
MEMILIH PEMIMPIN DALAM PANDANGAN ISLAM
Oleh : Newisha Alifa
–
Beberapa hari yang lalu, hati saya seketika terasa nyeri,
mendapati sebuah tulisan di salah satu forum yang isinya
membanding-bandingkan pencapaian salah seorang pemimpin daerah yang
agamanya bukan Islam dengan pemimpin daerah lain yang beragama Islam.
Sebenarnya, pesan yang hendak disampaikan oleh si penulis
itu relatif sederhana dan baik. Dia mau orang muslim bercermin. ‘Yang
non muslim saja bisa amanah jadi pemimpin, kenapa yang mengaku muslim
malah khianat?’
Namun yang saya dan sebagian besar anggota grup lainnya
sayangkan adalah, opini tersebut dipublikasikan di sebuah forum umum. Ya
… bukan di forum atau grup khusus muslim!
Akhirnya tanpa disadari oleh si penulis, dia telah
menggiring opini publik bahwa seakan-akan memilih pemimpin non muslim,
SELAMA orangnya baik dan dapat dipercaya itu TIDAK APA-APA. Innalillahi!
Di sinilah sumber masalahnya!
Miris sekali, betapa masih banyak ummat Islam yang belum
mengetahui, bahwa perkara memilih pemimpin dalam Islam, sudah dijelaskan
oleh Allah dalam Al-Qur’an.
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ
مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰ لِكَ فَلَيْسَ مِنَ
اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّاۤ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰٮةً ؕ
وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ؕ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
“Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir
sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat
demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali
karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka.
Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada
Allah tempat kembali.
“
[QS. Ali ‘Imran: Ayat 28]
Subhanallah!
Tak percayakah kita akan peringatan Allah ini? Jelas, Allah sudah
melarang kita untuk memilih pemimpin yang kafir atau bukan Islam!
KECUALI memang kondisinya sudah sebegitu mendesak, seperti zaman Fir’aun
dulu. Dimana Fir’aun mengaku sebagai tuhan dan rakyatnya harus patuh
padanya, jika tidak? Kalian tentu tahu kisah diceburkannya Siti Masyitoh
ke dalam kuali berisi air mendidih karena tak mau mengakui Fir’aun
sebagai tuhan, kan?
#
Ada sebagian anggota yang menanyakan, “Lantas bagaimana jika dia bos kita? Kan pemimpin juga?”
Sahabat …
Pemimpin yang diharuskan muslim dalam Qs. Ali Imron : 28 di atas adalah
pemimpin yang memiliki kekuasaan yang luas. Memiliki teritorial atau
singkatnya, berhubungan dengan politik.
Ada pun yang sifatnya bos atau atasan, maka hukumnya sudah
mu’amalah. Sama saja seperti hukum kita berjual beli dengan nonmuslim.
Apa ada larangannya berjual beli dengan selain muslim?
KECUALI, atasan atau bos tempat kita bekerja, sudah
mengeluarkan kebijakan atau peraturan-peraturan yang bertentangan dengan
kewajiban kita sebagai seorang muslim. Misalnya, dilarang berhijab bagi
perempuan, atau jam kerja yang menyulitkan kita untuk melakukan sholat
tepat waktu. Nah! Baru di situ kita dianjurkan untuk hijrah! Mencari
pekerjaan yang lebih baik.
#
Kita sebagai seorang muslim harus paham betul akan hal-hal besar seperti ini loh!
Bahkan jika dimulai dari lingkup sepele seperti pemilihan
ketua gang, ketua RT/RW, lurah, camat … yaa, kita harus tahu dulu apa
dan bagaimana agama calon pemimpin kita?
CAMKAN INI …
Nggak ada rumusannya, orang yang bukan Islam, bisa punya akhlak Islami!
Syarat seseorang dikatakan islami, yaa … dia mesti islam dulu lah!
Mau beliau pintar, tegas, dapat dipercaya, baik, kreatif
… kalau dia bukan muslim, maka semuanya jadi tak berarti! Karena
syarat utamanya saja sudah tidak dipenuhi. Yakni muslim.
Kita harus yakin, bahwa masih banyak kok calon pemimpin
muslim yang memiliki akhlak islami; amanah, shiddiq, tabligh dan
fathonah. Hanya saja, media-media sekuler saat ini menenggelamkan
prestasi dan profil baik mereka. Sebaliknya, berita-berita pemimpin
nonmuslim yang berprestasi digembar-gemborkan, dilebih-lebihkan.
Tujuannya apa?
Ya supaya orang Islam mulai percaya dan nggak masalah kemudian bersedia dipimpin sama orang nonmuslin. Subhanallah.
Bekasi, 8 Pebruari 2016