Benarkah Bantuan Beras, Atasi Krisis Pangan

Benarkah Bantuan Beras, Atasi Krisis Pangan

Oleh : Yuliana S.Sos (Pemerhati Sosial)

Pangan merupakan kebutuhan esensial bagi kehidupan manusia
karena pangan selain dibutuhkan bagi pemenuhan kebutuhan, pangan juga
membentuk SDM sebagai aset pembangunan bangsa dan negara.

Pejabat (PJ) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun
menyerahkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Pusat Tahap I Tahun 2024,
Selasa (30/1/2024)
Makmur mengatakan, bantuan itu diberikan untuk mengatasi masalah pangan
dan krisis pangan serta membantu meningkatkan akses pangan bagi
masyarakat miskin atau rawan pangan dan gizi yang berasal dari Badan
Pangan Nasional (Bappenas).

PPU merupakan daerah Ibu Kota Negara (IKN), seharusnya
krisis pangan tidak terjadi. Kalaupun terjadi harus segera diatasi
sebelum banyak warga luar yang pindah lokasi ke IKN. Bantuan yang
diberikan sesungguhnya tidak akan pernah mengatasi masalah pangan karena
hanya bersifat sementara. Kalau masalah krisis pangan ini saja belum
teratasi di daerah IKN, bagaimana nanti kedepannya.

Ketidakmampuan negara mewujudkan ketahanan pangan
disebabkan penerapan tata kelola neoliberal dengan sistem politik
demokrasi. Pengelolaan yang buruk ini berpangkal dari di jauhkannya
negara dari fungsinya sebagai pemelihara urusan rakyat. Pemerintah hanya
sebatas regulator yaitu penyusun regulasi. Itu pun regulasi yang
berpihak pada korporasi.

Maka tidak heran jika kebijakan yang dibuatpun pastinya
menguntungkan bagi korporasi bukan untuk rakyat. Pengalihan fungsi lahan
yang terjadi saat ini juga disebabkan karena keserakahan untuk
memperoleh keuntungan besar. Lahan pertanian di alih fungsikan untuk
membangun perumahan elit, di jadikan juga sebagai kebun kelapa sawit dan
lain sebagainya. Hanya dampak kerusakan yang di rasakan rakyat termasuk
krisis pangan ini.

Solusi untuk mengakhiri penderitaan rakyat dan berbagai
kesulitan pangan hanyalah dengan kembali kepada penerapan islam. Sebab,
hanya dalam islam kita mendapati pemerintahan yang benar-benar tulus dan
serius mengurusi rakyat.

Islam merupakan sistem aturan yang kompleks. Masalah
ketahanan pangan dapat di selesaikan dengan mudah oleh islam. Setidaknya
ada lima prinsip pokok tentang ketahanan pangan yang bisa digagas dan
diterapkan, yang pernah dijalankan di masa panjang peradaban islam, yang
tetap relevan hingga masa-masa mendatang.

Pertama, optimalisasi produksi. Yaitu mengoptimalkan
seluruh potensi lahan untuk melakukan usaha pertanian berkelanjutan yang
dapat menghasilkan bahan pangan pokok. Peran berbagai aplikasi sains
dan teknologi, mulai dari mencari lahan optimal untuk benih tanaman
tertentu, teknik irigasi, pemupukan, penanganan hama, hingga pemanenan
dan pengolahan pascapanen.

Kedua, adaptasi gaya hidup, agar masyarakat tidak
berlebih-lebihan dalam konsumsi pangan. Konsumsi berlebihan justru
berpotensi merusak kesehatan (wabah obesitas) dan juga meningkatkan
persoalan limbah. Nabi SAW mengajarkan agar seorang mukmin baru makan
tatkala lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Ketiga, manajemen logistik, di mana masalah pangan beserta
yang menyertainya (irigasi, pupuk, antihama) sepenuhnya dikendalikan
pemerintah, yaitu dengan memperbanyak cadangan saat produksi berlimpah
dan mendistribusikannya secara selektif pada saat ketersediaan mulai
berkurang. Di sini teknologi pascapanen menjadi penting.

Keempat, prediksi iklim, yaitu analisis kemungkinan
terjadinya perubahan iklim dan cuaca ekstrem dengan mempelajari fenomena
alam seperti curah hujan, kelembapan udara, penguapan air permukaan,
serta intensitas sinar matahari yang diterima bumi.

Kelima, mitigasi bencana kerawanan pangan, yaitu antisipasi
terhadap kemungkinan kondisi rawan pangan yang disebabkan oleh
perubahan drastis kondisi alam dan lingkungan. Mitigasi ini berikut
tuntunan saling berbagi di masyarakat dalam kondisi sulit seperti itu.

Inilah prinsip-prinsip islam dalam mewujudkan ketahanan
pangan. Kombinasi hebat ini akan mewujudkan ketahanan pangan yang
mensejahterakan.

Wallahu a’lam bishshawab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top