{"id":123,"date":"2023-06-07T02:27:00","date_gmt":"2023-06-07T02:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/06\/07\/berpikirlah-dulu-sebelum-berbicara-dan-bersikap\/"},"modified":"2026-01-26T15:27:28","modified_gmt":"2026-01-26T15:27:28","slug":"berpikirlah-dulu-sebelum-berbicara-dan-bersikap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/06\/07\/berpikirlah-dulu-sebelum-berbicara-dan-bersikap\/","title":{"rendered":"Berpikirlah Dulu Sebelum Berbicara dan Bersikap"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhK6bRWuC_7BXMsBle6U8gESVNR1tv8jjH_NZa3iY9BTnWcCqdSvlDq90Um4nJ6Le2qAQS9q7jB6RBG9nJnxfao7skUpDeabhyaYlXjxfQcehASTPnuNMHGy3LevdBsWknxomr9Y9_V9MQPb3RLPE7UuuIhFNUgomI-wb-hmRAh_OgWdNiI6RwmUVww\/s16000\/6023a49ed2fa0-berpikir-sebelum-bertindak-agar-tidak-menyesal_1265_711.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"711\" data-original-width=\"1265\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhK6bRWuC_7BXMsBle6U8gESVNR1tv8jjH_NZa3iY9BTnWcCqdSvlDq90Um4nJ6Le2qAQS9q7jB6RBG9nJnxfao7skUpDeabhyaYlXjxfQcehASTPnuNMHGy3LevdBsWknxomr9Y9_V9MQPb3RLPE7UuuIhFNUgomI-wb-hmRAh_OgWdNiI6RwmUVww\/s16000\/6023a49ed2fa0-berpikir-sebelum-bertindak-agar-tidak-menyesal_1265_711.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p>BERPIKIRLAH DULU SEBELUM BERBICARA DAN BERSIKAP<br \/>Oleh : <b>Newisha Alifa<\/b><br \/>&#8211;<\/p>\n<p>Di antara sifat-sifat pemimpin yang dimiliki, di mana Rasulullah Saw adalah sebagai<br \/>tauladannya, yakni Ash-Shiddiq (yang benar). Pemimpin yang baik adalah mereka yang<br \/>benar baik sikap maupun ucapannya. Dan karena setiap kita adalah pemimpin bagi diri<br \/>sendiri, maka kita pun harus menerapkan sifat ini dalam diri masing-masing.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan sebelumnya, salah satu rekan di tim redaksi Wahid News juga sudah<br \/>pernah membahas tentang pentingnya tabayyun (mengklarifikasi kebenaran) dalam<br \/>menyikapi suatu berita. Agar kita tidak menjadi orang-orang yang responsif tapi tidak<br \/>berpikir dulu, apakah berita yang kita terima dan hendak kita sebarkan itu benar atau<br \/>cuma kebohongan semata?<\/p>\n<p>#<\/p>\n<p>Nah, kali ini yang akan saya bahas adalah efek dari sikap kita yang berpikir dulu sebelum<br \/>berbicara, atau memilih untuk baru berpikir ketika semuanya sudah jadi<br \/>masalah\u2014berawal dari bicara atau sikap kita.<\/p>\n<p>Saudara-saudari yang semoga selalu dirahmati Allah, sadarkah kita bahwa di sekeliling kita<br \/>ini sudah terlalu banyak dusta! Bahwa apa yang ada pada dunia saat ini, begitu banyak<br \/>diselimuti konspirasi. Apa yang kelihatannya benar dan baik di mata kita, ternyata justru<br \/>sebaliknya. Tak ubahnya seperti Dajjal yang menawarkan surga untuk justru<br \/>menjerumuskan kita ke dalam neraka. Dan membuat kita gagal mengenali surga<br \/>sebenarnya, karena dibungkusnya seperti neraka.<\/p>\n<p>Sangat penting bagi kita untuk menjadi orang yang dikenali orang lain sebagai orang yang<br \/>BENAR apa yang diucapkan dan dilakoninya. Bahwa ketika kita bersikap atau berucap,<br \/>maka orang lain percaya bahwa kita itu benar.<\/p>\n<p>Bukan justru sebaliknya. Ketika kita bicara, asal komentar, asal bunyi, asal ikut-ikutan dan<br \/>ternyata SALAH pula! Sekali-dua kali, orang akan memaklumi. Namun jika kita lebih sering<br \/>berkata sembarangan, maka jangan heran kalau orang lain akan melabeli diri kita sebagai<br \/>orang yang tidak bisa dipercaya omongannya. Imbasnya apa? Ketika apa yang kita<br \/>sampaikan adalah benar-benar kebenaran, orang lain akan sulit bahkan tidak percaya sama<br \/>sekali! Repot kan?<\/p>\n<p>#<\/p>\n<p>Sebelum kita paham betul dan merasa mempunyai cukup data atau alasan untuk making<br \/>statement (membuat pernyataan), adalah lebih baik kita diam terlebih dahulu. Kenali<br \/>situasinya. Ambil data dan informasi dari berbagai sudut pandang. Kemudian cari yang<br \/>paling mendekati pada kebenaran, bukan sekadar pada kecenderungan hati kita saja.<\/p>\n<p>Ingat, bahwa segala perkataan, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Apalagi kalau<br \/>omongan kita ini terus berantai dan disampaikan lagi oleh orang lain entah sampai orang<br \/>keberapa. Apa nggak jadi dosa jariyah tuh? Emang sih, kita nggak niat berdusta, tapi kan<br \/>sebenarnya kita dikasih kesempatan sama Allah untuk tabayyun dulu sebelum ngomong.<\/p>\n<p>Mengapa juga nggak kita lakuin, dan memilih untuk langsung berkomentar. Buat apa?<br \/>Untuk ngasih lihat ke orang lain, bahwa kita ini tahu banyak hal? Bahwa kita ini pintar?<br \/>Bahwa kita ini up to date? Ehhhh ternyata info yang kita sebar salah!<\/p>\n<p>Maka dari itu, Saudara-saudariku\u2026 Yuk mari kita biasakan diri menjadi orang yang bisa<br \/>dipegang perkataannya. Ditandai orang lain bahwa ketika suatu informasi mereka<br \/>dapatkan atau bersumber dari kita, maka Insya Allah kemungkinan besar, informasi<br \/>tersebut sudah teruji kebenaran beritanya. Valid! Bukan hoax!<\/p>\n<p>Rasulullah Saw ketika menceritakan peristiwa Isra Mi&amp;#39;raj yang sulit diterima oleh akal<br \/>nalar manusia pada umumnya, apa nggak disangka tukang bohong? Bahkan gila! Tapi<br \/>Masya Allah, karena beliau sudah dikenal sebagai orang yang jujur lagi benar ucapannya,<br \/>maka sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq pun dengan mantap meyakini atau ikut<br \/>membenarkan cerita Rasulullah Saw tersebut.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana dengan kita? Lebih banyak benarnya atau ngasalnya kalau<br \/>menyampaikan suatu berita?<\/p>\n<p>Bekasi, 7 Sya&amp;#39;ban 1437H<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERPIKIRLAH DULU SEBELUM BERBICARA DAN BERSIKAPOleh : Newisha Alifa&#8211; Di antara sifat-sifat pemimpin yang dimiliki, di mana Rasulullah Saw adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-123","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sobat-muda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123\/revisions\/124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}