{"id":239,"date":"2023-07-23T14:11:00","date_gmt":"2023-07-23T14:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/23\/duhai-ibu-berkata-yang-baik-atau-diam\/"},"modified":"2026-01-26T15:28:11","modified_gmt":"2026-01-26T15:28:11","slug":"duhai-ibu-berkata-yang-baik-atau-diam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/23\/duhai-ibu-berkata-yang-baik-atau-diam\/","title":{"rendered":"DUHAI IBU, BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/mendidik-anak-laki-laki-dalam-i.width-800.jpegquality-80.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" alt=\"Tazkiyatun Nafs\" border=\"0\" data-original-height=\"449\" data-original-width=\"800\" src=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/mendidik-anak-laki-laki-dalam-i.width-800.jpegquality-80.jpg\" title=\"Tazkiyatun Nafs\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div><\/div>\n<div>DUHAI IBU, BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM<\/div>\n<div>Oleh : Riska Kencana Putri<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Menjadi seorang ibu adalah anugerah dari Allah SWT. Di sana ada surga bagi anak-anaknya, juga ada ridha Allah dalam keridhaan seorang ibu. Bahkan dikatakan dalam sebuah hadits, seorang anak dianjurkan berbakti kepada ibunya tiga kali lebih dulu dari ayahnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, \u201cSeseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, \u2018Wahai Rasulullah, keada siapakah aku harus berbakti pertama kali?\u2019 Nabi SAW menjawab, \u2018Ibumu.\u2019 Dan orang tersebut kembali bertanya, \u2018Kemudian siapa lagi?\u2019 Nabi SAW menjawab, \u2018Ibumu!\u2019 Orang tersebut bertanya kembali, \u2018Kemudian siapa lagi?\u2019 Beliau SAW menjawab, \u2018Ibumu!\u2019 Orang tersebut bertanya kembali, \u2018Kemudian siapa lagi?\u2019 Nabi SAW menjawab, \u2018Kemudian ayahmu.\u2019\u201d (HR Bukhari Muslim)<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Selain itu, doa seorang ibu bagi anaknya juga merupakan salah satu doa yang langsung menembus langit karena ijabahnya doa mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div>Duhai Ibu, Hati-Hati Saat Berucap<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Memang tidak mudah menjadi seorang ibu dengan kewajiban mengurus rumah tangga dan mendidik anak yang bisa dibilang tidak ada habisnya. Kadang perasaan jengkel dan marah masuk ke dalam hati, kemudian melampiaskannya dengan berkata kasar kepada anak. Padahal yang namanya anak, apalagi yang belum aqil baligh, belum mengerti sepenuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Anak menangis karena minta sesuatu, sedangkan kita sedang repot, akhirnya amarah tidak bisa tertahan. Akibatnya anak menjadi pelampiasan, ungkapan kata kasar pun muncul. Tak jarang tangan dengan ringanya mendarat di bagian tubuh anak; memukul dan mencubit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Ada lagi orag tua yang sering memberi cap pada anak, misalnya cap \u201cbandel\u201d, \u201cnakal\u201d, \u201cbodoh\u201d, atau \u201ctidak bisa diatur\u201d. Pelabelan seperti ini akan terukir di hati anak, tertanam kuat di otak dan alam bawah sadar mereka., sehingga dalam perkembangannya mereka akan senantiasa berbuat sesuai cap yang telah diberikan orang tuanya.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Selain cap yang memang bisa menancap kuat di hati mereka, perkataan seorang ibu, apapun itu bisa menjadi doa bagi anak. Islam sangat melarang orangtua menyumpahi anak-anak dan juga diri sendiri, karena kita tidak tahu kapan doa (baik atau buruk) akan dikabulkan oleh Allah SWT.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dari Jabir bin Abdullah ra, dia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdabda , \u201cJanganlah kalian menyumpahi diri kalian dan jangan pula menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan (doa) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan itu.\u201d (HR. Muslim)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div>Berkata Baik atau Diam<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Begitu dahsyatnya perkataan yag dilontarkan oleh ibu seharusnya membuat kita lebih berhati-hati. Bukan tidak mungkin apa yang kita ucapkan akan diijabahi oleh Allah dan membuat kita menyesal di kemudian hari.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Ucapan yang keluar dari lisan ketika sedang marah selalu tidak baik. Bukankah marah itu asalnya dari setan? Karena itulah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menahan amarah. Jika dalam kondisi berdiri, maka hendaknya ia duduk. Jika belum reda, maka berbaringlah. Jika belum juga reda, maka hendaknya berwudhu dan banyak istighfar. Jika tak kunjung reda, maka shalatlah dua rakaat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Masih ingatkah kisah Juraij? Juraij adalah seorang ahli ibadah. Ia membangun sendiri tepat untuk ibadanya. Saat ia sedang shalat, ibunya datang memanggil Juraij dari luar, tetapi Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan panggilan sang ibu. Ini berlangsung selama tiga hari. Dengan kesal sang ibu di hari ketiga berkata, \u201cYa Allah, janganlah Engkau matikan dia, sehingga ia melihat pelacur!\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Terkabullah doa sang ibu. Juraij kemudian digoda oleh pelacur, tetapi Juraij tetap tidak tergoda. Si pelacur membawa seorang anak dan menfitnah Juraij, mengatakan bahwa anak tersebut adalah hasil hubungannya dengan Juraij. Betapa terkejut dan marahlah warga desa, mereka beramai-ramai menghancurkan rumah ibadah Juraij. Namun, setelah Juraij menunaikan shalat dua rakaat, ia bertanya kepada bayi tersebut, \u201cSiapa bapakmu?\u201d Bayi tersebut \u2013atas ijin Allah- menjawab, \u201cBapakku adalah seorang penggembala.\u201d&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Berbeda lagi kisah seorang ibu yang satu ini. Suatu ketika seorang anak sedang asyik bermain tanah, ibunya sedang menyiapkan jamuan makan untuk tamu sang ayah. Belum juga datang tamu yang dimaksud, anak ini masuk ke dalam dengan membawa segenggam tanah dan menaburkannya ke atas makanan. Dengan marah sang ibu berkata, \u201cPergi kamu! Biar kamu jadi Imam di Masjid Haram!\u201d Masya Allah, setelah anak itu dewasa, ia benar-benar menjadi imam masjidil Haram. Dia adalah Syaikh Abdurrahman As Sudais.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dua kisah di atas menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa menjaga ucapan kita, baik dalam keadaan tenang maupun dalam keadaan marah. Jika kita tidak mampu berucap layaknya ibunda Syaikh Abdurrahman As Sudais, paling tidak jangan kita berdoa seperti doa ibu Juraij. Jadikan setiap kata yang keluar dari mulut seorang ibu sebagai doa kebaikan bagi anak-anaknya.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DUHAI IBU, BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM Oleh : Riska Kencana Putri Menjadi seorang ibu adalah anugerah dari Allah SWT. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tazkiyatun-nafs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":241,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239\/revisions\/241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}