{"id":255,"date":"2023-08-23T14:46:00","date_gmt":"2023-08-23T14:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/08\/23\/lpg-subsidi-langka-kebetulan-atau-disengaja\/"},"modified":"2026-01-26T15:28:21","modified_gmt":"2026-01-26T15:28:21","slug":"lpg-subsidi-langka-kebetulan-atau-disengaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/08\/23\/lpg-subsidi-langka-kebetulan-atau-disengaja\/","title":{"rendered":"LPG Subsidi Langka, Kebetulan atau Disengaja?"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj75L05kyN7_VORAUEY3kOhZ1XAqef5NINL9u_0yHiwbd0D4ZKqczgNAnD1mUNe1W5jyZ1fhcq_LUZCUi96gW70iZvud8TPU6vmcfNS7gLZAmm9f3RQ015zDxaqL_INL59vBQf9SSjINgzd2ethL6oNpC6Fo7HjMuPla-SkKu9VB96IW_XmoNvX9GNAYYQ\/s16000\/pantas-subsidi-jebol-orang-kaya-tak-malu-pakai-lpg-3-kg-Y6XJmzezjP.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"440\" data-original-width=\"800\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj75L05kyN7_VORAUEY3kOhZ1XAqef5NINL9u_0yHiwbd0D4ZKqczgNAnD1mUNe1W5jyZ1fhcq_LUZCUi96gW70iZvud8TPU6vmcfNS7gLZAmm9f3RQ015zDxaqL_INL59vBQf9SSjINgzd2ethL6oNpC6Fo7HjMuPla-SkKu9VB96IW_XmoNvX9GNAYYQ\/s16000\/pantas-subsidi-jebol-orang-kaya-tak-malu-pakai-lpg-3-kg-Y6XJmzezjP.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p>LPG Subsidi Langka, Kebetulan atau Disengaja?<br \/>Oleh <b>Tresna Mustikasari<\/b>, Muslimah Penggiat Literasi<\/p>\n<p>Di sejumlah daerah seperti di Magetan, Banyuwangi, dan sejumlah wilayah di Pulau<br \/>Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, dikabarkan telah mengalami kelangkaan LPG (Liquefied<br \/>Petroleum Gas) 3 kg bersubsidi, atau sering dikenal gas melon. Menurut Nicke Widyawati,<br \/>direktur Utama PT Pertamina (Persero), kelangkaan terjadi karena peningkatan konsumsi.<br \/>Namun, menurutnya peningkatan konsumsi itu tidak tepat sasaran, lebih dari 20% pengguna<br \/>gas melon tersebut tidak termasuk rumah tangga penerima subsidi. Oleh karenanya, ada<br \/>kemungkinan pengetatan dalam proses pembelian gas melon bersubsidi ini dengan<br \/>penunjukkan KTP saat membelinya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, di rentang waktu yang sama pemerintah pun meluncurkan produk Bright Gas<br \/>3 kg Non Subsidi. Harganya jauh lebih mahal dari harga subsidi. Gas melon 3kg dibandrol sekitar<br \/>Rp 20.000,- sedangkan Bright Gas 3 kg dibandrol sebesar Rp 54.000,-. Namun dengan selisih<br \/>harga yang sangat jauh, kualitas gas sama saja, perbedaan hanya terletak pada jenis tabung<br \/>yang digunakan dengan klaim keamanan yang lebih terjamin.<\/p>\n<p>Pertanyaannya, benarkah gas melon sedang langka? Ataukah kejadian ini disengaja?<br \/>Ternyata usut punya usut, pemerintah saat ini sedang menggencarkan pengalihan penggunaan<br \/>gas LPG menjadi listrik dengan dalih lebih hemat dan lebih ramah lingkungan. Hal ini terlihat<br \/>dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah selama ini, mulai dari peluncuran kompor<br \/>listrik, promo-promo penaikan daya listrik, pembagian Rice Coocer gratis, subsidi kompor gratis,<br \/>dan lain-lain. Dengan langkanya gas melon, lalu Bright Gas pun harganya jauh lebih mahal,<br \/>maka bukan hal yang tidak mungkin masyarakat mulai melirik kompor listrik. Di sisi lain<br \/>Pertamina bisa lebih mendapatkan keuntungan yang berlimpah dari pembelian Bright Gas yang<br \/>jadi pilihan terakhir pengguna LPG.<\/p>\n<p>Lantas, mengapa pemerintah bersikukuh untuk meningkatkan penggunaan listrik<br \/>ketimbang LPG? Hal ini diakibatkan karena kerugian yang terus ditanggung PLN akibat<br \/>Megaproyek Pembangkit 35.000 MW yang dicetuskan pemerintah sejak tahun 2015. Dari 970<br \/>unit pembangkit listrik yang dibangun, 539 unit diantaranya milik perusahaan listrik swasta.<br \/>Sedangkan PLN memiliki kewajiban untuk melakukan pembelian 70-80 persen produksi listrik<br \/>swasta, yang biasa disebut dengan skema take or pay (ToP). Masalahnya tingkat penjualan<br \/>listrik ke masyarakat cenderung datar, sehingga selalu ada kelebihan sekitar 28 ribu\u201430 ribu<br \/>GWh ketimbang total listrik yang terjual. Oleh karena itu berbagai kebijakan untuk mendorong<br \/>penggunaan listrik dikeluarkan agar over supply listrik PLN dapat terserap.<\/p>\n<p>Di sisi lain, berdasarkan data 2022 dan 2023 permintaan LPG demkian besar, mencapai 8<br \/>juta ton. Sementara produksi LPG Indonesia, hanya sekitar 2 juta ton, yang berarti defisit 6 juta<br \/>ton, dan yang defisit ini kemudian ditutup dengan impor. Namun, kelangkaan saat ini bukan<br \/>hanya karena faktor alam, namun bermula dari kebijakan konversi minyak tanah ke LPG pada<\/p>\n<p>2007. Pada tahun itu, produksi LPG sudah mengalami beberapa kali penurunan yang sangat<br \/>drastis, tetapi di tahun itu pula ada kebijakan konversi minyak tanah ke LPG. Padahal selain LPG<br \/>Indonesia memiliki Liquifiid Natural Gas (LNG) yang produksinya terus meningkat, namun malah<br \/>di ekspor secara besar-besaran dengan dalih terlalu high cost kalau diberikan ke masyarakat<br \/>bawah. Padahal LNG lebih bersih emisinya dan lebih aman penggunaannya.<\/p>\n<p>Begitulah jika negara menganut ideologi kapitalisme. Untung dan rugi menjadi faktor<br \/>utama dalam menentukan suatu kebijakan, bukan kepentingan dan kemaslahatan rakyat.<br \/>Bahkan rakyat pun dijadikan sebagai sasaran pasar. Padahal sudah selayaknya negara<br \/>memberikan pelayanan dan pengurusan terhadap rakyatnya. Bagaikan seorang ibu yang tak<br \/>hitung-hitungan dalam menyediakan setiap keperluan anaknya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Islam, Islam menetapkan agar negara berkewajiban menyediakan<br \/>kebutuhan pokok rakyatnya, mulai dari sandang, pangan dan papan, termasuk di dalamnya<br \/>kebutuhan terhadap energi. Disisi lain, sistem ekonomi islam meniscayakan ketersediaannya<br \/>untuk semua rakyat, dengan harga murah atau gratis, karena Islam mengharuskan pengelolaan<br \/>SDA oleh negara. Setiap keuntungan dalam pengelolaannya akan dikembalikan kepada rakyat<br \/>dalam bentuk pelayanan maupun pembagunan berbagai kepentingan umum. Negara haram<br \/>hukumnya menjual berbagai hasil SDA, karena pada asalnya itu adalah milik umum, bukan milik<br \/>negara.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia dengan potensi umat muslim terbesar di<br \/>dunia, dan SDA yang penuh keberlimpahan menjadi negara yang mempunya visi kemandirian<br \/>energi. Namun, visi ini tidak akan pernah terwujud selama negeri ini mengusung kapitalisme<br \/>sebagai ideologinya. Butuh peraturan yang visioner dan sempurna dari Yang Maha Sempurna<br \/>untuk mewujudkannya. Maka, Islam adalah jawabannya. <\/p>\n<p>Wallohu\u2019alambishowab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LPG Subsidi Langka, Kebetulan atau Disengaja?Oleh Tresna Mustikasari, Muslimah Penggiat Literasi Di sejumlah daerah seperti di Magetan, Banyuwangi, dan sejumlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-255","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":256,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255\/revisions\/256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}