{"id":357,"date":"2023-07-18T00:05:00","date_gmt":"2023-07-18T00:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/18\/begini-kiat-jitu-menghindari-riba\/"},"modified":"2026-01-26T15:29:18","modified_gmt":"2026-01-26T15:29:18","slug":"begini-kiat-jitu-menghindari-riba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/18\/begini-kiat-jitu-menghindari-riba\/","title":{"rendered":"BEGINI KIAT JITU MENGHINDARI RIBA"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/2e24a7f3ed4809bee3b5f83daba0ed08.jpeg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" alt=\"ARTIKEL\" border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"800\" src=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/2e24a7f3ed4809bee3b5f83daba0ed08.jpeg\" title=\"ARTIKEL\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p>BEGINI KIAT JITU MENGHINDARI RIBA<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bahaya Riba<\/p>\n<p>Sebagai seorang muslim, kita tentu sepakat betapa besarnya dosa berzina. Tetapi<\/p>\n<p>apakah kita tahu bahwa ternyata ada hal yang dosanya lebih besar dari zina? Apakah<\/p>\n<p>kita tahu bahwa ada perbuatan yang Allah akan melaknatnya melebihi Allah melaknat<\/p>\n<p>pelaku zina? Ya, dosa itu adalah riba. Kenapa riba?<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Duduk dan bacalah sejenak rangkaian kata yang jauh dari kata sempurna ini. Rasulullah<\/p>\n<p>SAW mengatakan dalam sebuah hadist bahwa \u201cRiba itu memiliki 73 pintu. Yang paling<\/p>\n<p>ringan dosanya adalah seperti menzinai ibunya sendiri, dan riba yang paling berat ialah<\/p>\n<p>merusak kehormatan seorang Muslim.\u201d (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam<\/p>\n<p>Syu\u2019abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dilihat dari jalur lainnya)<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Lihatlah, betapa besarnya dosa riba. Kita tahu berzina termasuk dosa besar. Apalagi<\/p>\n<p>menzinai ibunya sendiri. Naudzubillahi minzalik. Dalam hadist lain, disebutkan bahwa<\/p>\n<p>\u201cSatu dirham riba yang dimakan oleh seseorang, sementara ia tahu, adalah lebih berat<\/p>\n<p>dosanya daripada berzina 36 kali.\u201d (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu\u2019abul Iman.<\/p>\n<p>Syaikh Al Albani mengatakan shahih).<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Renungkanlah sejenak kedua hadist di atas. Itu mengingatkan betapa berbahayanya<\/p>\n<p>riba. Dosa satu dirham dari riba bahkan lebih besar dibandingkan berzina 36 kali. Satu<\/p>\n<p>dirham itu sekitar RP. 60.000,- (enam puluh ribu rupiah). Lalu bagiamana dengan harta<\/p>\n<p>hasil riba yang nilainya jutaan, puluhan juta, ratusan juta, atau milyaran rupiah? Maka<\/p>\n<p>setara dosa zina berapa banyak? Bila seorang (yang belum menikah) berzina dihukum<\/p>\n<p>cambuk 100 kali, maka untuk zina yang dilakukan ribuan kali atau lebih, maka berapa<\/p>\n<p>banyak cambukan yang pantas ia dapatkan? Itu baru hukuman di dunia. Belum<\/p>\n<p>hukuman akhirat yang lebih mengerikan lagi.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Entahlah. Membayangkannya saja<\/p>\n<p>membuat hati takut. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari dosa riba ini.<\/p>\n<p>Mengetahui bahaya riba tidak hanya sebatas bagi yang memakan riba saja, tetapi orang-<\/p>\n<p>orang yang terlibat di dalamnya atau yang membantunya juga berdosa. Dalam hadist<\/p>\n<p>lain dijelaskan bahwa \u201cRasulullah SAW melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang<\/p>\n<p>menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba. Mereka semua itu sama. Sama-sama<\/p>\n<p>melakukan yang haram.\u201d (HR Muslim).<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bukankah ini semakin menegaskan bahwa Allah tak hanya melaknat pelaku riba, tetapi<\/p>\n<p>orang-orang yang terlibat dalam transaksi riba juga ikut terkena dosanya.<\/p>\n<p>Astaghfirullah.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Penyebab Terjerumus Ke Dalam Riba<\/p>\n<p>Lalu apakah yang sebenarnya membuat seseoarang terjerumus dalam dosa riba ini? Ada<\/p>\n<p>beberapa faktor, misalnya karena seseorang yang kurang ilmunya. Contohnya saja<\/p>\n<p>dalam muamalah. Seseorang yang kurang ilmunya dalam bermuamalah akan sangat<\/p>\n<p>mudah terjerumus ke praktik riba. Itulah sebabnya sekarang ini banyak istilah kredit<\/p>\n<p>barang. Kredit disini juga termasuk ke dalam riba, kecuali yang akadnya sesuai dengan<\/p>\n<p>syariat Islam. Atau orang yang butuh modal usaha lalu meminjam modal ke bank,<\/p>\n<p>padahal itu termasuk riba.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bagaimana menghindarinya? Menghindari riba di zaman yang memang memfasilitasi<\/p>\n<p>riba memang gampang-gampang susah. Namun sebagai muslim kita harus tetap<\/p>\n<p>berpegang kepada hukum Allah. Ibarat pepatah, lebih baik hidup miskin dalam<\/p>\n<p>keberkahan dibanding hidup kaya tetapi hasil riba.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Tips Menghindari Riba<\/p>\n<p>PERTAMA, haus ilmu. Terutama dalam hal ilmu mualamah. Sebab bila tanpa ilmu maka<\/p>\n<p>muamalah sering kali tersusupi praktik riba. Ingatlah, bahwa riba selalu dikemas<\/p>\n<p>semanis mungkin tetapi di belakang benar-benar menekan kita. Belum lagi dosanya.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>KEDUA, tidak bermudah-mudahan dalam berutang. Mengapa berutang? Sebab sering<\/p>\n<p>kali orang berutang yang kemudian jatuh tempo dalam pembayaran justru mengambil<\/p>\n<p>jalan pintas yakni meminjam ke rentenir misalnya. Memang benar, untuk sesaat dapat<\/p>\n<p>menyelesaikan masalah, tetapi dikemudian hari? Sungguh akan mencekik diri sendiri.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>KETIGA, milikilah sifat qona\u2019ah. Qona\u2019ah atau merasa cukup merupakan cara yang<\/p>\n<p>cukup ampuh dalam menghindari riba. Sebab seringkali seseorang akhirnya meminjam<\/p>\n<p>uang dengan transaksi riba karena merasa belum cukup dengan apa yang dimiliknya,<\/p>\n<p>sehingga ia ingin memiliki ini dan itu. Tanpa sifat Qona\u2019ah, seseorang akan sangat<\/p>\n<p>mudah terjerumus. Dalam hadist dikatakan bahwa \u201cKaya bukanlah diukur dengan<\/p>\n<p>banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.\u201d (HR<\/p>\n<p>Muslim). Hadist ini seolah menegaskan bahwa orang yang merasalah cukuplah yang<\/p>\n<p>sebenarnya paling kaya.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>KEEMPAT, perbanyak bersyukur. Adalah pepatah yang mengatakan bahwa dengan<\/p>\n<p>bersyukur maka orang itu akan bahagia. Untuk itu, mulaiah bersyukur sekarang juga,<\/p>\n<p>detik ini juga. Insya Allah kita bisa terhindar dari riba.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>KELIMA, doa. Kita mengetahui bahwa salah satu senjata kaum muslim adalah doa.<\/p>\n<p>Untuk itu perbanyaklah berdoa. Minta kepada Allah agar kita senantisa dimudahkan<\/p>\n<p>rezeki, dijauhkan dari segala macam bentuk maksiat. Berdoalah agar kita dan keluarga<\/p>\n<p>terhindar dari api neraka, baik itu karena dosa riba maupun dosa yang lainnya.<\/p>\n<p>Sekian, semoga bermanfaat bagi yang menulis dan bagi yang membaca.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>10 February 2016<\/p>\n<p>Disaat hujan membasahi bumi ^_^<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BEGINI KIAT JITU MENGHINDARI RIBA Bahaya Riba Sebagai seorang muslim, kita tentu sepakat betapa besarnya dosa berzina. Tetapi apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":359,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357\/revisions\/359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}