{"id":590,"date":"2023-07-18T00:12:00","date_gmt":"2023-07-18T00:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/18\/bukan-sembarang-insya-allah-2\/"},"modified":"2026-01-26T15:30:54","modified_gmt":"2026-01-26T15:30:54","slug":"bukan-sembarang-insya-allah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/18\/bukan-sembarang-insya-allah-2\/","title":{"rendered":"BUKAN SEMBARANG INSYA ALLAH"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/kata-insyaa-allah_20170607_144932.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" alt=\"MUHASABAH\" border=\"0\" data-original-height=\"393\" data-original-width=\"700\" src=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/kata-insyaa-allah_20170607_144932.jpg\" title=\"MUHASABAH\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>BUKAN SEMBARANG INSYA ALLAH<\/p>\n<p>Oleh : Newisha Alifa<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Ucapan \u2018Insya Allah\u2019 bukanlah hal yang baru lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika<\/p>\n<p>diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Insya Allah berarti : Jika Allah Menghendaki.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Dalam beberapa kitab Al-Qur\u2019an yang disertai terjemahnya, terdapat riwayat atau asbabun nuzul untuk<\/p>\n<p>QS. Al-Kahfi ayat 23 &amp;amp; 24 adalah; Beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad<\/p>\n<p>SAW tentang ruh, para pemuda Ashhabul Kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulkarnain, lalu<\/p>\n<p>beliau (Nabi Muhammad Saw) menjawab,&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>\u201cDatanglah besok pagi kepadaku, akan kuceritakan,\u201d tanpa mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Namun kiranya sampai besok hari wahyu (yang dijadikan<\/p>\n<p>dasar untuk menjawab pertanyaan orang Quraisy) belum datang, sehingga Nabi Muhammad<\/p>\n<p>SAW tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Maka turunlah ayat 23 &amp;amp; 24 pada surat Al-<\/p>\n<p>Kahfi, sebagai pelajaran untuk beliau, agar hendaknya mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 ketika<\/p>\n<p>hendak berjanji untuk melakukan sesuatu di kemudian hari.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Allah SWT berfirman, yang artinya, \u201cDan janganlah sekali-kali engkau mengatakan<\/p>\n<p>terhadap sesuatu, \u201cAku pasti melakukan itu besok pagi, kecuali dengan mengatakan, \u2018Insya<\/p>\n<p>Allah\u2019. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa, dan katakanlah, \u201cMudah-mudahan<\/p>\n<p>Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.\u201d<\/p>\n<p>(QS. Al-Kahfi : 23 &amp;amp; 24)<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Hal yang hampir serupa juga pernah dialami oleh Nabi Sulaiman as, sebagaimana<\/p>\n<p>diceritakan dalam sebuah hadits,&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>\u201cSulaiman bin Dawud alaihimassalaam berkata: Sungguh aku<\/p>\n<p>akan berkeliling (menggilir) seratus istriku malam ini, sehingga tiap wanita akan melahirkan<\/p>\n<p>anak yang akan berjihad di jalan Allah. Kemudian satu Malaikat mengucapkan kepada beliau:<\/p>\n<p>\u201cUcapkan Insya Allah\u201d.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Tetapi Nabi Sulaiman tidak mengucapkan dan lupa. Kemudian beliau<\/p>\n<p>berkeliling pada istri-istrinya. Hasil selanjutnya, tidak ada (istri-istrinya) yang melahirkan anak<\/p>\n<p>kecuali satu orang wanita yang melahirkan setengah manusia.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW<\/p>\n<p>bersabda: \u2018Kalau Nabi Sulaiman mengucapkan Insya Allah, niscaya beliau tidak melanggar<\/p>\n<p>sumpahnya, dan lebih diharapkan hajatnya terpenuhi\u2019.\u201d (H.R Al-Bukhari dan Muslim dari Abu<\/p>\n<p>Hurairah, lafadz hadits sesuai riwayat Al-Bukhari).<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Berdasarkan ayat Al-Qur\u2019an dan Hadits di atas, bisa kita simpulkan, bahwa kita<\/p>\n<p>dianjurkan mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 ketika hendak berjanji terhaap orang lain untuk<\/p>\n<p>melakukan sesuatu. Melafazkan \u2018Insya Allah\u2019 adalah salah satu bentuk sederhana kita dalam<\/p>\n<p>memasrahkan segala yang akan terjadi pada Allah semata. Menyadari, bahwasanya manusia<\/p>\n<p>hanya bisa berencana, namun pada akhirnya ketetapan Allah-lah yang akan terlaksana.<\/p>\n<p>Sedangkan ucapan insya Allah dapat memudahkan terpenuhinya hajat seseorang.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Demikianlah, dengan mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 seyogyanya kita selalu sadar, bahwa<\/p>\n<p>tak ada yang pasti dalam hidup ini kecuali ketidakpastian itu sendiri. Bahkan sekalipun, sesuatu<\/p>\n<p>itu sudah nampak begitu pasti akan terjadi nanti, besok, minggu depan, atau di waktu-waktu<\/p>\n<p>tertentu yang sudah kita tetapkan dalam sebuah rencana.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Ada Yang Luput dari Pengucapan Insya Allah \u2026<\/p>\n<p>Belakangan ini, kebiasaan memulai suatu janji atau rencana dengan \u2018Insya Allah\u2019,<\/p>\n<p>bahkan tidak hanya digunakan oleh umat Islam saja. Selain \u2018Alhamdulillah\u2019 dan \u2018Astaghfirullah\u2019,<\/p>\n<p>orang-orang di luar Islam, juga kerap kali dengan spontan mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 dalam<\/p>\n<p>obrolan sehari-hari mereka. Biasanya sih, karena mereka tahu bahwa lawan bicaranya<\/p>\n<p>beragama Islam.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Hanya saja yang disayangkan adalah, masih banyak umat Islam yang belum<\/p>\n<p>mengetahui, bahwa penggunaan \u2018Insya Allah\u2019 itu bukan sekadar ucapan basa-basi, tetapi justru<\/p>\n<p>bagian dari sebuah janji! Dan ingat! Janji adalah hutang, Saudara-saudari!<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bukankah sebagai manusia kita diberikan akal untuk memprediksi apa yang akan<\/p>\n<p>terjadi? Biasanya kita sudah punya rencana nih, apa yang mau dilakukan esok hari, bahkan<\/p>\n<p>hingga berbulan-bulan ke depan. Jikalau secara garis besar kita sudah tahu bahwa kita tidak<\/p>\n<p>akan sanggup untuk memenuhi suatu kesepakatan, masih bolehkah kita menyertakan \u2018Insya<\/p>\n<p>Allah\u2019 dalam percakapan kita pada seseorang? Tentu saja boleh, namun ingat\u2026 Insya Allah<\/p>\n<p>adalah bagian dari janji yang seharusnya tidak kita sepelekan.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Kalau sudah tahu dan dalam keadaan ingat, besok ada rencana mau menghadiri<\/p>\n<p>undangan pernikahan teman misalnya, tiba-tiba saja ada yang mengajak kita untuk ikut serta<\/p>\n<p>dalam suatu kegiatan. Lebih baik mana, mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 akan hadir, atau dengan<\/p>\n<p>tegas mengucapkan, \u201cMaaf, saya sudah ada rencana besok.\u201d?<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Karena mengucapkan \u2018Insya Allah\u2019 adalah bagian dari janji, kiranya jangan<\/p>\n<p>sembarangan kita menggunakannya untuk memberi harapan kepada orang lain. Tidak jarang,<\/p>\n<p>kita menyepelekan dan menganggap hal tersebut adalah bagian dari basa-basi. Niat untuk<\/p>\n<p>memenuhi acaranya pun sebenarnya tidak pernah ada, hanya saja merasa tak enak jika harus<\/p>\n<p>terang-terangan mengucap, \u201cMaaf, saya nggak bisa ikutan.\u201d Padahal lebih baik kita jujur, bisa<\/p>\n<p>atau tidak, supaya orang tersebut bisa mengambil alternatif lainnya usai mendapatkan jawaban<\/p>\n<p>dari kita.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>LANTAS KAPAN SEBAIKNYA \u2018INSYA ALLAH\u2019 DIUCAPKAN?<\/p>\n<p>Ucapkanlah ketika kita yakin, 99% sanggup memenuhi janji tersebut! Yakin, bahwa kita<\/p>\n<p>mampu untuk ada dalam kondisi yang sudah disepakati bersama. Namun, ingat! Masih ada<\/p>\n<p>persentase 1% yang kelihatannya kecil, tetapi punya big power, apa itu? Yaa tadi itu \u2026 IZIN<\/p>\n<p>ATAU KEHENDAK ALLAH.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Misalnya nih, kita sudah yakin banget nanti sore akan ke toko buku bersama teman.<\/p>\n<p>Merasa sangat ready and free, untuk bisa memenuhi kesepakatan tersebut. Ucapkanlah Insya<\/p>\n<p>Allah, karena boleh jadi menjelang waktu yang sudah ditetapkan, hujan turun dan menyulitkan<\/p>\n<p>kita untuk berangkat. Atau tetiba ada keperluan lain yang begitu mendesak dan memaksa kita<\/p>\n<p>untuk membatalkan janji tersebut. Nah! Di sinilah, \u2018Insya Allah\u2019 yang kita ucapkan di awal,<\/p>\n<p>BERFUNGSI! Atau MEMAINKAN PERANANNYA! Sudah pahamkah?<\/p>\n<p><\/p>\n<p>\u201cEh, Bro \u2026 Kamu sanggup nggak makan mi rebus pake cabe rawit sepuluh?\u201d Kalo dari<\/p>\n<p>awal, kita nggak doyan pedas, yaa jangan nekat lah bilang \u2018Insya Allah\u2019 untuk menerima<\/p>\n<p>tantangan tersebut. Atau jika sudah tahu bahwa kita tidak bisa berenang, sekonyong-konyong<\/p>\n<p>ada teman yang mau ngajak diving, apa masih mau berbasa-basi menjawab, \u201cYuk, Insya<\/p>\n<p>Allah.\u201d<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Jadi, bila sejak awal kita sudah tahu bahwa kemungkinan besar kita takkan mampu<\/p>\n<p>melakukan hal tersebut, sebaiknya tidak perlu lagi menggunakan \u2018Insya Allah\u2019. Boleh jadi ini hal<\/p>\n<p>sepele di mata kita, tapi akan jadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Nggak mau dong<\/p>\n<p>kan yaa, kita terlanjur dicap sebagai orang yang nggak bisa dipegang omongannya karena<\/p>\n<p>menyepelekan fungsi \u2018Insya Allah\u2019. Ingat! Satu dari tiga ciri orang munafik adalah, jika dia<\/p>\n<p>berjanji maka dia ingkar!<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Semoga tulisan ini bisa membuat kita semua lebih berhati-hati sebelum mengucapkan \u2018Insya<\/p>\n<p>Allah\u2019.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Aamiin Yaa Robbal Alamiin.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bekasi, 10 Peb 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUKAN SEMBARANG INSYA ALLAH Oleh : Newisha Alifa Ucapan \u2018Insya Allah\u2019 bukanlah hal yang baru lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muhasabah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":592,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions\/592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}