{"id":62,"date":"2023-07-16T22:26:00","date_gmt":"2023-07-16T22:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/16\/dunia-adalah-penjara-dan-surga\/"},"modified":"2026-01-26T15:27:05","modified_gmt":"2026-01-26T15:27:05","slug":"dunia-adalah-penjara-dan-surga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/07\/16\/dunia-adalah-penjara-dan-surga\/","title":{"rendered":"DUNIA ADALAH PENJARA DAN SURGA"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/penjara_mukmin.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" alt=\"Muhasabah\" border=\"0\" data-original-height=\"451\" data-original-width=\"800\" src=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/penjara_mukmin.jpg\" title=\"Muhasabah\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>DUNIA ADALAH PENJARA DAN SURGA<\/p>\n<p>Oleh : Pipit Era Martina<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Dalam satu riwayat, sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melewati kambing yang mati.<\/p>\n<p>Bersabdalah beliau, \u201cTahukah engkau kambing ini adalah hina bagi yang memilikinya?\u201d<\/p>\n<p>Mereka berkata, \u201cKarena kehinaannya itu mereka melemparkannya.\u201d Beliau bersabda lagi,<\/p>\n<p>\u201cDemi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dunia ini lebih hina dari kambing<\/p>\n<p>ini bagi pemiliknya. Seandainya dunia ini memadai di sisi Allah dengan sebuah sayap<\/p>\n<p>nyamuk, tentu Dia tidak akan memberi minum pada seorang kafir dengan seteguk air.\u201d (HR.<\/p>\n<p>Muslim)<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Rasulullah SAW juga bersabda, \u201cDunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi<\/p>\n<p>seorang kafir.\u201d (HR. Muslim). Allahu Akbar, dunia ini ialah satu-satunya penjara yang paling<\/p>\n<p>mengerikan dibanding dengan penjara-penjara paling menakutkan di dunia.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Apa yang ada dalam benak sahabat semua ketika mendengar kata \u201cpenjara?\u201d Tidak sedikit<\/p>\n<p>dari kita yang membayangkan tentang kehidupan penjara yang sadis, menakutkan, penuh<\/p>\n<p>kekerasan, juga penyakit.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Salah satu contoh penjara yang sangat menakutkan di dunia<\/p>\n<p>adalah Penjara Bang Kwang terletak sekitar 7 mil dari Bangkok, Thailand, dan dijuluki The<\/p>\n<p>Bangkok Hilton. Penjara ini sangat identik dengan penyiksaan para narapidana. Bahkan<\/p>\n<p>selain ada penyiksaan, narapidana juga ditempatkan pada sel kecil dan harus berdesak-<\/p>\n<p>desakan. Bagi narapidana yang mendapat hukuman mati, hanya diberitahu beberapa jam<\/p>\n<p>sebelum eksekusi dengan bius mati. Para narapidana di sana harus menggunakan rantai<\/p>\n<p>borgol di kaki mereka dalam tiga bulan pertama masa hukuman.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Nah, sahabat, bayangkan tentang sabda Rasulullah SAW tentang dunia adalah penjara yang<\/p>\n<p>mungkin lebih mengerikan dan menakutkan dibanding dengan penjara yang kita tahu.<\/p>\n<p>Meski tak secara nyata kita menerima hukuman langsung seperti tinggal disel, tetapi bagi<\/p>\n<p>seorang mukmin, dunia yang fana dan penuh pesona kemaksiatan ini lebih menakutkan<\/p>\n<p>daripada penjara yang nyata menyiksa.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Kita harus menahan air mata ketika melihat umat yang mengaku muslim namun bermain<\/p>\n<p>dengan kemaksiatan, melihat dunia yang porak-poranda berpesta dengan dosa. Harus<\/p>\n<p>menelan liur ketika nasihat kebaikan justru dibalas dengan kecaman, ancaman serta<\/p>\n<p>hujatan. Bagi orang mukmin, hal ini lebih menyakitkan dan inilah yang disebut dunia<\/p>\n<p>bagaikan penjara yang nyata.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Bersabda Rasulullah SAW; Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa-apa yang ada di<\/p>\n<p>dalamnya kecuali yang ditujukan untuk Allah&amp;quot;. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Itulah mengapa, orang mukmin bahagia menyambut kematian, karena sesungguhnya<\/p>\n<p>kematian yang ia temui menyelamatkannya dari penjara dunia yang benar-benar<\/p>\n<p>menakutkan. Membebaskannya dari urusan dunia yang serba mengundang dosa, dan<\/p>\n<p>bergelimang maksiat.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Namun tidak demikian dengan seorang kafir yang menganggap bahwa dunia ini adalah<\/p>\n<p>surga, sebaik-baik istana. Mereka berfoya-foya, berpesta maksiat tanpa perdulikan<\/p>\n<p>larangan-larangan. Mereka bahagia, tertawa lepas seraya berkata \u201cInilah surga kita.\u201d<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Seolah mereka tak akan pernah pergi dari dunia yang mereka sebut-sebut sebagai surga<\/p>\n<p>abadi. Apakah mereka sadar akan arti surga yang sesungguhnya? Allah telah menjelaskan<\/p>\n<p>dalam Al-Qur\u2019an,&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>\u201cPerumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa<\/p>\n<p>ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang<\/p>\n<p>naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa;<\/p>\n<p>sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.\u201d(Ar-Ra&amp;#39;du 13:35)<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Hanya teruntuk orang-orang bertakwa dan senantiasa menyebut asma Allah di setiap<\/p>\n<p>hembusan nafasnya, surga dihadirkan. Bukan untuk mereka yang lupa siapa dan darimana<\/p>\n<p>mereka diciptakan. Lagipula surga yang sesungguhnya ialah surga abadi yang hadir setelah<\/p>\n<p>mati, jadi kalau belum mati ya belum bertemu surga. Dan surga pula tak seburuk yang<\/p>\n<p>mereka definisikan. Surga itu indah dengan selimut keimanan dan ketakwaan, bukan<\/p>\n<p>berbaju kemaksiatan. Jika pesta maksiat mereka sebut surga yang mendatangkan bahagia,<\/p>\n<p>lantas bagaimana bentuk dosa yang mereka sebut?<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Jangan jadikan dunia sebagai tumpuan utama, juga jangan menjadikan dunia sebagai<\/p>\n<p>Tuhanmu, karena engkau akan dihambakan oleh dunia. Ingatlah! Dunia hanya sementara<\/p>\n<p>dan akhirat selamanya, nikmati dunia sesaat saja dan ingatlah mati yang akan datang tiba-<\/p>\n<p>tiba tanpa menunggumu siap, dan tak memberimu satupun kesempatan untuk<\/p>\n<p>membalikkan waktu guna memperbaiki diri.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Jadikan dunia sebagai jembatan untuk meraih surga yang abadi, jangan jadikan tempat<\/p>\n<p>yang kau anggap abadi, seolah tak akan pernah pergi dari dunia ini. Kita di dunia bagaikan<\/p>\n<p>orang yang datang dan sekedar sejenak berhenti untuk minum, bukan untuk datang dan<\/p>\n<p>tinggal lama.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Yuk, mari tingkatkan keimanan dan perlahan menggenggam dunia seraya berkata, \u201cIni<\/p>\n<p>tempat singgah sementara dan surga tujuan utama kita\u201d. Perlahan tetapi pasti,<\/p>\n<p>memantaskan diri di dunia demi menggapai bahagia yang abadi.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Abu Musa Al-asy\u2019ari berkata, bersabda Rasulullah SAW, \u2018Barangsiapa yang mencintai<\/p>\n<p>dunianya tentu dia akan membahayakan terhadap akhiratnya, dan barangsiapa yang<\/p>\n<p>mencintai akhiratnya, tentu akan membahayakan dunianya. Maka utamakanlah apa yang<\/p>\n<p>abadi atas apa yang binasa.\u201d<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Cinta dunia adalah pangkal dari sebuah kesalahan yang fatal tanpa pengampunan, karena<\/p>\n<p>sesungguhnya cinta yang kita miliki di dunia adalah satu dari 100 cinta yang Allah simpan<\/p>\n<p>di sisi-Nya. Maka dari iu, cintai apapun yang ada di dunia ini sekedarnya saja, curahkan<\/p>\n<p>seluruh cintamu hanya kepada-Nya sang pemilik cinta. Dengan begitu, bahagia<\/p>\n<p>menyelimuti bahtera kehidupan dunia dan kebahagiaan akhirat menanti di depan mata.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Memang tak ada yang memberi jaminan bahwa orang mukmin pasti akan temui bahagia di<\/p>\n<p>ujung senja, tetapi percayalah bahwa di setiap usaha yang senantiasa dikarenakan Allah,<\/p>\n<p>maka Allah pun akan membalasnya sesuai dengan apa yang kita perbuat.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Note : Penulis tak selalu seindah tulisannya. Namun melalui tulisan, penulis bisa merubah<\/p>\n<p>dirinya menjadi lebih indah.<\/p>\n<p>Lampung, Rabu, 1 Jamadilawal 1437 \/ 10 Februari 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DUNIA ADALAH PENJARA DAN SURGA Oleh : Pipit Era Martina Dalam satu riwayat, sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melewati kambing yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-62","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muhasabah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62\/revisions\/64"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}