{"id":678,"date":"2023-06-24T08:35:00","date_gmt":"2023-06-24T08:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/06\/24\/33-wasiat-rasulullah-saw-untuk-wanita-shalihah\/"},"modified":"2026-01-26T15:31:29","modified_gmt":"2026-01-26T15:31:29","slug":"33-wasiat-rasulullah-saw-untuk-wanita-shalihah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/06\/24\/33-wasiat-rasulullah-saw-untuk-wanita-shalihah\/","title":{"rendered":"33 Wasiat Rasulullah SAW Untuk Wanita Shalihah"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgKnf0GXH0-xBv0BQxk7SMsvt_Zjkk4istxBntPkto0HZszTVXzWlEMSzIsDZgGTFssfcZT0Uih-xi-8isoaZMR9B_h6iXy4bjx2JoSijpTCy4l8kCQ0gUsxyGJSSLrRpSzMqCyG7rGKD6_oCNvdHfik2z1JVFODlAoRnH6Q6PQHx8nPyzw7wOAB6570fM\/s16000\/l-hasan-almasi-x2uamicpko-unsplashd8e2562bc431ceeb9b5c53055c2c32d520210816110220-bimacms.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"733\" data-original-width=\"1100\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgKnf0GXH0-xBv0BQxk7SMsvt_Zjkk4istxBntPkto0HZszTVXzWlEMSzIsDZgGTFssfcZT0Uih-xi-8isoaZMR9B_h6iXy4bjx2JoSijpTCy4l8kCQ0gUsxyGJSSLrRpSzMqCyG7rGKD6_oCNvdHfik2z1JVFODlAoRnH6Q6PQHx8nPyzw7wOAB6570fM\/s16000\/l-hasan-almasi-x2uamicpko-unsplashd8e2562bc431ceeb9b5c53055c2c32d520210816110220-bimacms.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p>33 WASIAT RASULULLAH SAW UNTUK WANITA SHALIHAH<\/p>\n<p>Wanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi yang akan datang. Karena itu, sadarilah ukhti, bahwa seorang wanita muslimah tidak akan mungkin dapat mempersiapkan sebuah keluarga yang bahagia, kecuali jika dia benar-benar menjadi seorang muslimah sejati yang kuat agamanya, berpegang kepada kitab Tuhannya dan Sunnah Rasul-NYA.<\/p>\n<p>Berikut adalah 33 wasiat Rasulullah SAW yang ditujukan khusus untuk wanita muslimah agar menjadi wanita yang berakhlak mulia dan berbudi luhur. Semoga kita dapat meneladani pesan yang di sampaikan baginda Rasulullah SAW agar kita dapat menuju Jannah-NYA. <br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>1. Jangan mengingkari kebaikan suami<\/b><\/p>\n<p>Dari Ibnu \u2018Abbas Ra, dia berkata. Nabi SAW bersabda, \u201cNeraka diperlihatkan kepadaku, ternyata kebanyakan penghuninya adalah para wanita yang kufur. Lalu beliau ditanya, \u2018Apakah mereka kufur kepada Allah?\u2019 Beliau menjawab, \u2018Mereka mengingkari suami dan kebaikannya. Jika kamu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka selama setahun, kemudian dia melihat sesuatu (perbuatan buruk) darimu, maka dia berkata, \u2018Aku tidak pernah melihat sedikitpun dari kebaikanmu\u2019.\u201d (HR. Bukhari Muslim).<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>2. Menjadi wanita yang dinikahi karena agamanya<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Huraira Ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda, \u201cWanita dinikahi karena empath hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Nikahi wanita karena agamanya,niscaya kamu tidak akan menyesal. (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>3. Menjadi wanita yang shalihah untuk suami<\/b><\/p>\n<p>Dari Ismail bin Muhammad bin Sa\u2019ad bin Abi Waqqas, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, Rasulullah SAW, bersabda, \u201cDiantara kebahagiaan anak cucu adam itu ada tiga dan kesengsaraan (juga) ada tiga. Yang termasuk kebahagiaan anak cucu Adam adalah wanita yang salihah, tempat tinggal yang layak, dan kendaraan yang nyaman. Dan diantara kesengsaraan mereka adalah wanita yang buruk, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang jelek \u201c ( HR. Ahmad no.1.448)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>4. Menjadi wanita shalihah<\/b><\/p>\n<p>Dari Abdullah bin\u2019Amr, Rasulullah SAW bersabda, \u201cDunia itu adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.\u201d (HR. Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>5. Menjadikan rumah tempat shalat&nbsp; yang paling baik<\/b><\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Suwaid Al-Ansari dari bibinya Ummu Humaid, istri Abu Humaid As-Saidi bahwasanya dia pernah datang kepada Nabi SAW, lalu&nbsp; dia berkata, \u201cWahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin shalat bersamamu.\u201d Beliau&nbsp; berkata, \u201c Aku mengetahui bahwa kamu ingin shalat bersamaku. Namun shalatmu di bilikmu lebih baik daripada shalat&nbsp; di kamarmu. Shalatmu di kamarmu lebih baik&nbsp; daripada shalatmu di ruangan rumahmu. Shalatmu diruangan rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini. Lalu di bangunkan untuknya sebuah tempat shalat di pojok rumahnya yang paling gelap. Dia shalat disana sampai meninggal dunia. (HR Ahmad no. 26.550)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>6. Minta izin jika puasa sunat<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda, \u201cSeorang wanita tidak boleh puasa (sunnah), sedangkan suaminya ada bersamanya (tidak bepergian), kecuali dengan izinnya.\u201d (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>7. Berhias untuk suami<\/b><\/p>\n<p>Dari Jabir dia berkata, Rasulullah SAW, bersabda \u201cJika salah seorang di antara kalian pulang malam (bepergian), maka janganlah dia mendatangi istrinya secara mendadak (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu) sampai istri yang di tinggal bepergian itu membersihkan bulu kemaluannya dan menyisir rapi rambutnya.\u201d (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>8. Dilarang memakai perhiasan yang berlebih-lebihan <\/b><\/p>\n<p>Dari Amr bin Sya\u2019ib, dari ayahnya, dari kakeknya, sesungguhnya ada seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW bersama putrinya dan di tangan putrinya itu terdapat dua gelang emas yang tebal. Lalu beliau bertanya kepadanya, \u201cApakah kamu mengeluarkan zakat untuk gelang emas ini?\u201d Dia menjawab, \u2018Tidak\u201d. Beliau bersabda, \u201cApakah kamu mau jika Allah memakaikan kepadamu dua gelang dari api pada hari kiamat?\u201d Dia (perawi) berkata, \u201cDiapun melepaskan gelangnya itu dan menyerahkannya kepada Nabi SAW. Seraya berkata, \u2018kedua gelang ini adalah untuk Allah Azza wa jalla dan Rasul-NYA.\u201d (HR Abu Dawud dalam kitab Az Zakat)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>9. Berangkatlah haji karena itu adalah jihad para wanita<\/b><\/p>\n<p>Dari Aisyah Ummul Mukminin Ra. Dia berkata, \u201cWahai rasulullah, kenapa kami tidak berperang dan berjihad bersama kalian?\u201d Beliau menjawab, \u201cSesungguhnya jihad yang paling bagus (bagi wanita) adalah haji, yaitu haji yang mabrur. \u201c (HR Bukhari)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>10. Tidak boleh tabarruj (memamerkan aurat)<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, \u201cAda dua penghuni neraka yang belum pernah aku lihat. Satu kelompok yang membawa cemeti seperti ekor sapi, mereka memukulkan cemeti itu kepada orang-orang. Kelompok lainnya adalah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, mereka berlenggak lenggok, dan kepala mereka miring seperti punuk unta yang maring, mereka tidak akan masuk surge dan tidak akan mencium wangi surge dan tidak akan mencium wangi surge, karena sesungguhnya wangi surge itu tercium dari jarak sekian dan sekian.\u201d<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>11.&nbsp; Hati-hati memakai minyak wangi<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Musa, Nabi SAW, \u201cJika wanita memakai minyak wangi, kemudian dia melewati sekelompok (laki-laki) agar mereka dapat mencium baunya. Maka wanita itu adalah begini dan begitu (yakni pezina).\u201d ( HR Abu daud)<br \/>Disebut pezina karena mengundang syahwat laki-laki dan menyebabkan mereka melihat wanita itu. Barangsiapa melihat wanita, maka berarti dia berzina dengan matanya dan berdosa.<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>12. Jika mau, pakailah parfum khusus wanita<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasululllah SAW bersabda, \u201cParfum laki-laki itu wanginya kuat dan warnanya gelap, sedangkan parfum wanita itu warnanya terang&nbsp; dan wanginya ringan.\u201d ( HR Tirmizi&nbsp; dalam kitab Al-Adab no 2.787)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>13. Cara mempercantik diri yang dilaknat Rasulullah SAW<\/b><\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Mas\u2019ud, dia berkata, \u201cAllah melaknat wanita yang mentato dan ditato, wanita yang mencukur alis dan minta dicukur, dan wanita yang mengikir gigiya untuk keindahan,serta wanita yang mengubah ciptaan Allah.\u201d Lalu ucapan Abdullah ini sampai kepada seorang wanita dari Bani Asad yang bernama Ummu Yakub dia mendatangi Abdullah bin mas\u2019ud seraya berkata, \u201cTelah sampai kepadaku kabar bahwa kamu melaknat ini dan itu.\u201d Dia Abdullah berkata, \u201cApa salahnya aku melaknat orang yang dilaknat Rasulullah dan hal itu terdapat pula di kitabullah.\u201d Wanita itu berkata, \u201cAku sudah membaca kitabullah dari awal sampai akhir, tetapi aku tidak menemukan apa yang kamu kata itu?\u201d <\/p>\n<p>Dia (Abdullah) berkata, \u201cJika kamu benar-benar membacanya, pasti kamu akan menemukannya. Apakah kamu membaca (ayat) apa-apa ang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.\u201d Wanita itu berkata, \u201cYa\u201d. Kemudian Abdullah berkata, \u201cSesungguhnya Allah telah melarangnya.\u201d Wanita itu berkata, \u201cSesungguhnya aku melihat istri dan tetanggamu melakukannya.\u201d<\/p>\n<p>Abdullah berkata, \u201cPergi dan lihatlah.\u201d Lalu wanita itu pergi dan melihatnya, akan tetapi dia tidak mendapati apa yang dia katakannya. \u201cSeandainya mereka melakukannya, sungguh aku tidak akan berkumpul dengan mereka,\u201d kata Abdullah. (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>14. Nikahkanlah putrimu dengan lelaki yang shalih.<\/b><\/p>\n<p>Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, \u201cJika ada orang mengajukan lamaran (nikah) kepada kalian, dan kalian ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.\u201d (HR. Tirmizi)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>15. Perbanyaklah sedekah dan mohonlah ampunan<\/b><\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Umar ra, dari Rasulullah SAW, ia bersabda, \u201cWahai para wanita, bersedekahlah dan mintalah ampunan karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah penguin neraka yang paling banyak.\u201d (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>16. Menjadi pemimpin di rumah suami<\/b><\/p>\n<p>Dari Ibnu Umar Ra, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, \u201cSetiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya mengenai kepemimpinanya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya mengenai kepemimpinanya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi harta-harta ayahnya dan akan ditanya mengenai kepemimpinannya.\u201d (HR Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>17. Mintalah izin dari suami saat memberi dari hartanya<\/b><\/p>\n<p>Rasulullah bersabda, \u201cTidak boleh bagi wanita memberikan sesuatu keceluari atas izin suaminya.\u201d (HR. Abu Dawud)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>18. Menjadi wanita yang terbaik<\/b><\/p>\n<p>Rasulullah bertanya, \u201cSiapakah wanita yang paling baik itu? Wanita yang paling baik itu adalah wanita yang membuat suaminya senang.\u201d (HR. An-Nasa\u2019i)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>19. Taat kepada suami<\/b><\/p>\n<p>Rasulullah bersabda, \u201cApabila seoranng suami mengajak istrinya ke ranjang, tapi dia menolak sehingga suami tidur dalam keadaan marah,maka maikat melaknat istrinya itu sampai datang waktu Subuh\u201d ( HR. Bukhari)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>20. Haram menuntut suami tanpa sebab<\/b><\/p>\n<p>Dar Sauban, Rasulullah SAW bersabda, \u201cWanita manapun yang menuntut cerai pada suaminya, tanpa ad sebab dan alasannya,maka diharamkan baginya mencium wangi surga\u201d (HR. Abu Dawud)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>21. Hindari ikhtilat&nbsp; (bercampur dengan laki-laki)<\/b><\/p>\n<p>Dari Ali ra, sesungguhnya Ali bin Hakim berkata dalam hadistnya, \u201cApakah kalian tidak merasa cemburu, saat wanita-wanita kalian pergi keluar (rumah).\u201d Hannad berkata dalam hadisnya, \u201cApakah kalian tidak merasa cemburu dan malu karena telah sampai (kabar) kepadaku bahwa wanita-wanita kalian pergi ke pasar-pasar sedangkan mereka berdesak-desakkan dengan laki-laki.\u201d (HR. Ahmad)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>22. Laknat bagi wanita yang menyerupai laki-laki<\/b><\/p>\n<p>Dari Ibnu Abbas ra, \u201cRasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.\u201d ( HR. Bukhari)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>23. Mengurus rumah sama dengan berjihad di jalan Allah<\/b><\/p>\n<p>Dari Anas bin Malik Ra, dia berkata, \u201cPara wanita mendatangi Nabi SAW, dan mereka berkata, \u201cWahai Rasulullah, laki-laki mendapat keutamaan dengan berjihad di jalan Allah, lalu amalan apa yang sebanding dengan jihad di jalan Allah bagi kami?\u201d Beliau bersabda, \u201cPekerjaan salah seorang diantara kalian di rumahnya sebanding dengan pahala amalan laki-laki yang berjihad di jalan Allah.\u201d ( HR Abu Ya\u2019la dan AL-Bazzar)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>24. Mendidik dan menafkahi anak<\/b><\/p>\n<p>Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, \u201cBarang siapa yang memiliki tiga orang anak wanita, lalu dia memelihara, mengasihi dan menafkahinya, maka dia berhak memperoleh surga.\u201d Lalu Rasul ditanya, \u201cWahai Rasulullah, bagaimana kalau dua orang anak wanita?\u201d Beliau menjawab, \u201cBegitu pula dengan dua anak wanita.\u201d Beliau ditanya lagi, \u201cBagaimana bila satu anak wanita?\u201d Beliau menjawab, \u201cBegitu pula dengan satu anak wanita.\u201d (HR. Ahmad)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>25. Dilarang meratap<\/b><\/p>\n<p>Nabi SAW bersabda, \u201cEmpat perkara pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah, yang tidak di tinggalkan oleh mereka adalah membanggakan diri dengan keturunan, mencela nasab, meminta nujum kepada bintang-bintang dan meratap.\u201d (HR. Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>26. Tidak mengiringi jenazah ke pemakaman<\/b><\/p>\n<p>Dari Ummi Atiyah ra, \u201cKami dilarang untuk mengiringi jenazah walaupun sampai tidak diharamkan.\u201d&nbsp; (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>27. Jangan pernah menyepelekan dosa kecil<\/b><\/p>\n<p>Dari Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda, \u201cSeorang wanita masuk neraka karena seekor kucing. Dia mengikatnya, tidak memberinya makan, dan tidak membiarkannya untuk makan serangga tanah.\u201d ( HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>28. Bersikap adil dalam memperlakukan anak<\/b><\/p>\n<p>Dari Amir dia berkata, \u201cAku mendengar Nukman bin Basyir ra. Sedangkan dia berada di atas mimbar. Dia berkata, \u2018Abu Atiyah telah memberiku sebuah pemberian.\u2019 Amrah binti Rawahah (istrinya) berkata, \u2018Aku tidak rela sampai kamu menjadikan Rasulullah Saw sebagai saksi.\u2019 Lalu dia mendatangi Rasulullah seraya berkata, \u2018Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memberi sesuatu kepada anak laki-laki dari pernikahan dengan Amrah binti Rawahah, lalu dia menyuruhku agar aku menjadikan engkau menjadi saksi.\u2019 Beliau bertanya, \u2018Apakah kamu memberi semua anakmu seperti ini\u2019 Dia menjawab, \u2018Tidak!\u2019 Beliau bersabda, \u2018Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anakmu.\u2019 Dia(perawi) berkata, \u2018lalu dia (Abu Atiyyah) mengambil kembali&nbsp; pemberiannya itu\u2019.\u201d (HR. Bukhari Muslim)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>29. Jangan mendoakan kejelekan bagi anak<\/b><\/p>\n<p>Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, \u201cJanganlah kalian mendoakan kejelekan untuk diri-diri kalian. Janganlah mendoakan kejelekan untuk anak-anak kalian. Jangan pula untuk pembantu dan harta-harta kalian, karena boleh jadi kalian (berdoa) bertepatan dengan saat Allah mengabulkan doa kalian.\u201d (HR. Abu Dawud)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>30. Hindari menguping<\/b><\/p>\n<p>Dari Ibnu Abbas, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, \u201cBarang siapa yang mendengar-dengar pembicaraan suatu kaum, sedangkan mereka benci (pembicaraan mereka didengar), maka akan dihancurkan lelehan besi ketelinganya.\u201d (HR Abu Dawud)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>31. Berbuat baik kepada orang tua, terutama kepada ibu<\/b><\/p>\n<p>Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, \u201cAku berkata, wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbuat baik?\u201d Aku bertanya lagi, \u201cKemudian kepada siapa?\u201d Beliau menjawab, \u201cIbumu.\u201d Aku bertanya lagi, \u2018\u201dKemudian siapa?\u201d Beliau menjawab, \u201cIbumu.\u201d Aku bertanya lagi, \u201cKemudian siapa?\u201d Beliau menjawab, \u2018Ayahmu, kemudian kerabat dekatmu.\u201d (HR. Abu Dawud)<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>32. Janganlah rasa malu menghalangi wanita untuk menuntut ilmu<\/b><\/p>\n<p>Dari Ummu Salamah, dia berkata, \u201cUmmu Sulaim datang kepada Rasulullah SAW, seraya berkata, \u201cWahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu untuk menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika ia ihtilam (mimpi jimak)?\u201d Nabi SAW bersabda, \u201cYa, jika ia melihat air.\u201d Ummu Salamah menutup wajahnya seraya bertanya, \u201cWahai Rasulullah, apakah wanita juga ihtilam?\u201d Beliau menjawab \u201cYa, celakalah kamu, (kalau bukan karena air wanita) dengan apa anak menjadi mirip (ibunya).\u201d (HR. Bukhari Muslim).<br \/>&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br \/><b>33. Jangan berbohong dengan anak kecil<\/b><\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Amir, dia berkata, \u201cRasulullah SAW datang ke rumah kami sedangkan saat itu aku masih anak-anak. Abdullah berkata, \u201cAku pergi ke luar untuk bermain. Lalu ibuku memanggilku, \u2018Hai, Abdullah, kemarilah! Aku akan memberikan (sesuatu).\u2019 Rasulullah bertanya kepadanya, \u2018Apa yang hendak kamu berikan kepadanya?\u2019 Dia menjawab, \u2018kurma\u2019. Beliau bersabda, \u2018Sungguh, sekiranya kamu tidak melakukannya, maka dituliskan bagimu satu kebohongan.\u2019 (HR. Abu Dawud)<br \/>Demikianlah artikel ini saya buat di kutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. <\/p>\n<p>Penulis :<b> Ova <\/b><br \/>Salam santun dari Negeri di Atas Awan, Takengon. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>33 WASIAT RASULULLAH SAW UNTUK WANITA SHALIHAH Wanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-678","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-muslimah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=678"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":679,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678\/revisions\/679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}