{"id":680,"date":"2023-03-03T11:04:00","date_gmt":"2023-03-03T11:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/03\/03\/dispensasi-nikah-dini-meningkat-akibat-pergaulan-bebas-islam-solusinya\/"},"modified":"2026-01-26T15:31:30","modified_gmt":"2026-01-26T15:31:30","slug":"dispensasi-nikah-dini-meningkat-akibat-pergaulan-bebas-islam-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2023\/03\/03\/dispensasi-nikah-dini-meningkat-akibat-pergaulan-bebas-islam-solusinya\/","title":{"rendered":"Dispensasi Nikah Dini Meningkat Akibat Pergaulan Bebas, Islam Solusinya!"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/63ca7ac491075-hamil-di-luar-nikah-pemohon-dispensasi-nikah-dini-meningkat_antvklik.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"711\" data-original-width=\"1265\" src=\"http:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/63ca7ac491075-hamil-di-luar-nikah-pemohon-dispensasi-nikah-dini-meningkat_antvklik.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\">\n<span style=\"font-size: medium\"><span lang=\"en-US\"><b>Dispensasi<br \/>\nNikah Dini Meningkat Akibat Pergaulan Bebas, Islam Solusinya!<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\"><i>Oleh:<br \/>\nNinis (Aktivis Muslimah Balikpapan)<\/i><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Tercatat<br \/>\nsebanyak 31 pengajuan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA)<br \/>\nBontang Kalimantan Timur sepanjang tahun 2022 lalu. Mirisnya, latar<br \/>\nbelakang pengajuan dispensasi nikah itu terbanyak disebabkan karena<br \/>\nhamil duluan.  Pengajuan dispensasi nikah tersebut diajukan oleh<br \/>\ncalon pasangan suami istri (pasutri) yang berstatus di bawah umur.<br \/>\nHal tersebut diungkapkan oleh Humas PA Bontang, Ahmad Farih Shofi<br \/>\nMuhtar. (Radar Bontang).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Berkelindan,<br \/>\nlonjakan pengajuan dispensasi nikah dini juga terjadi di kota<br \/>\nSamarinda Kalimantan Timur. Hal tersebut dituturkan oleh Kepala<br \/>\nPengadilan Tinggi Agama Samarinda Imran Rosyadi. Permohonan<br \/>\npeningkatan perkara dispensasi nikah cukup signifikan, naik 200<br \/>\nhingga 300 persen. Hal itu tercatat untuk seluruh Kaltim.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Beliau<br \/>\njuga memaparkan, tahun 2018 dispensasi nikah ada 399 pemohon, tahun<br \/>\n2019 menjadi 618 pemohon, tahun 2020 menjadi 1.400, dan tahun 2021<br \/>\nmencapai 1.314 pemohon. Sedangkan tahun 2022 per Agustus mencapai 681<br \/>\npemohon. (Kotaku.co.id).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Kasus<br \/>\nseperti ini hampir merata terjadi di berbagai daerah. Pergaulan tanpa<br \/>\nbatas hingga hamil di luar nikah menjadi hal yang biasa di kalangan<br \/>\nremaja kini. Lantas apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi<br \/>\ndan bagaimana solusi tuntas untuk mencegah pergaulan bebas?<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\">\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\"><b>Bahaya<br \/>\nLiberalisme <\/b><\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Ketika<br \/>\nkita ingin menyelesaikan suatu permasalahan hendaknya perlu dicari<br \/>\ntahu terlebih dahulu apa penyebabnya. Agar kita bisa tepat dalam<br \/>\nmemberikan solusi dalam setiap permasalahan. Dalam kasus maraknya<br \/>\nremaja hamil duluan sejatinya dikarenakan kehidupan yang serba bebas<br \/>\n(liberal) di tengah-tengah masyarakat. <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Kebebasan<br \/>\ndalam berprilaku adalah potret buram kehidupan barat yang memuja<br \/>\nkebebasan. Gaya hidup bebas ini kini diadopsi oleh remaja di seluruh<br \/>\ndunia termasuk Indonesia yang notabene negeri muslim. Liberal dan<br \/>\nhedonisme yang terus dipropagandakan barat lewat film, musik, video.<br \/>\nTak sedikit dari kalangan remaja terpapar ide ini dengan maraknya<br \/>\nkasus remaja hamil pra nikah. Kian nyata bahaya liberalisme dalam<br \/>\nkehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Tak<br \/>\njarang dampak pergaulan bebas berujung pada bunuh diri, aborsi dan<br \/>\npembunuhan demi menutupi aib dan tidak siap menjadi orang tua.<br \/>\nDispensasi nikah sejatinya hanyalah solusi tambal sulam, akar<br \/>\npermasalahannya harus dituntaskan yakni tolak liberalisme. Selain<br \/>\nitu, kehamilan pra nikah juga akan merusak nasab (keturunan), hak<br \/>\nnafkah, perwalian hingga waris.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Marak<br \/>\npergaulan bebas tak lepas dari penerapan sistem kapitalis sekuler<br \/>\n(agama dipisahkan dari kehidupan). Sistem ini alergi terhadap agama<br \/>\n(Islam) dan membuat propaganda ajaran Islam kaffah sebagai ajaran<br \/>\nteroris dan radikal. Alhasil, remaja kian jauh dari agamanya karena<br \/>\ntakut dicap radikal, akhirnya mengambil gaya hidup bebas ala barat.<br \/>\nStandar kebahagiaan remaja kini sebatas terpenuhi materi dan hawa<br \/>\nnafsu, bukan lagi halal dan haram. <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\"><b>Islam<br \/>\n Cegah Pergaulan Bebas<\/b><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Islam<br \/>\nadalah agama yang sempurna dan memiliki seperangkat aturan untuk<br \/>\nmengatur manusia. Dibalik semua aturan Allah itu tentunya mengandung<br \/>\nkebaikan dan memuliakan manusia. Termasuk aturan terkait pergaulan<br \/>\nIslam hadir untuk memberikan batasan-batasan pergaulan dengan lawan<br \/>\njenis. Jangankan berzina mendekatinya pun tak boleh dilakukan, namun<br \/>\nkarena kehidupan sekuler merebaknya perzinaan. Allah berfirman &#8220;Dan<br \/>\njanganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan<br \/>\nyang keji dan  jalan yang buruk&#8221;. (QS. Al Isra&#8217;:32).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Untuk<br \/>\nmencegah terjadinya perbuatan zina, syariah memiliki mekanisme dan<br \/>\nbatasan pergaulan dalam islam:<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Pertama,<br \/>\nwajib bagi laki-laki dan perempuan agar menutup auratnya. Batasan<br \/>\naurat laki-laki dari pusar hingga lutut. Sedangkan aurat perempuan<br \/>\nseluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">&#8220;Hai<br \/>\nanak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk<br \/>\nmenutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.&#8221;(QS. Al A\u2019raf<br \/>\nAyat: 26).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"> <span lang=\"en-US\">&#8220;Hai<br \/>\nNabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan<br \/>\nisteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan<br \/>\njilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221;(QS. Al-Ahzab Ayat :59).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">&#8220;Katakanlah<br \/>\nkepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan<br \/>\npandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan<br \/>\nperhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah<br \/>\nmereka menutupkan kain kudung kedadanya.&#8221; (QS. An Nuur:31).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Kedua,<br \/>\nmenundukkan pandangan (Gadhul Bashar). Wajib laki-laki dan perempuan<br \/>\nmenundukkan pandangan dari pandangan syahwat. \u201dKatakanlah kepada<br \/>\nlaki-laki yang beriman, \u2019Hendaklah mereka menundukkan pandangannya<br \/>\ndan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi<br \/>\nmereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka<br \/>\nperbuat.&#8221;(QS. An-Nur [24] : 30).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Ketiga,<br \/>\n larangan berhias yang berlebihan dan memamerkan kecantikan<br \/>\n(tabarruj). &#8220;Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah<br \/>\nkamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang<br \/>\ndahulu.\u201d (QS. Al-Ahzab [33]: 33).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Keempat,<br \/>\nlarangan berdua-duaan (khalwat) dan bercampur baur (ikhtilat) seperti<br \/>\nke bioskop, nonton konser. &#8220;Jangan sekali-kali seorang laki-laki<br \/>\nmenyendiri (khalwat) dengan perempuan kecuali ada mahramnya. (HR.<br \/>\nBukhari). <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Kelima,<br \/>\nwanita wajib disertai mahramnya jika melakukan safar (perjalanan<br \/>\njauh) lebih dari 24 jam dan yang mengharuskan bermalam. &#8220;Dan<br \/>\njanganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya\u201d.<br \/>\n(HR. Bukhari, Muslim).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Keenam,<br \/>\ninteraksi yang diperbolehkan dengan lawan jenis hanya dalam 4 perkara<br \/>\nyaitu; aktifitas belajar mengajar, jual beli, lamaran (khitbah),<br \/>\nberobat dan mengobati. <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Ketujuh,<br \/>\nmenganjurkan menikah bagi yang sudah mampu menikah. Jika belum mampu<br \/>\ndiminta untuk memperbanyak puasa sunah. \u201cBarangsiapa mampu<br \/>\nmembiayai pernikahan hendaklah menikah, karena nikah lebih menahan<br \/>\ndan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu menikah,<br \/>\n&#8216;hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah wija\u2019 (mengendurkan<br \/>\ngejolak syahwat) baginya,\u201d. (HR. Al-Bukhari). <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Kedelapan,<br \/>\nnegara wajib membina remaja dengan pemahaman akidah Islam serta<br \/>\nmenghilangkan hal-hal yang bisa menstimulan bangkitnya syahwat.<br \/>\nSeperti film, video, aplikasi, buku-buku porno.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Ketika<br \/>\nseperangkat aturan tersebut sudah diberlakukan, namun masih ada kasus<br \/>\nperzinaan maka negara wajib memberikan sanksi yang tegas. Sanksi<br \/>\ncambuk (jilid) 100 kali bagi yang berstatus belum menikah. Hukum<br \/>\nrajam (dilempari batu sampai mati). Sanksi tersebut diberlakukan<br \/>\nsebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa). <\/span>\n<\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"margin-bottom: 0.14in\"><span lang=\"en-US\">Demikian<br \/>\naturan pergaulan dalam Islam diberlakukan dalam rangka untuk menjaga<br \/>\nkemuliaan manusia dan antisipasi dari zina.  Melalui pernikahan akan<br \/>\nterjaga nasab (garis keturunan), karena dari sini akan berlaku<br \/>\nhukum-hukum terkait perwalian, nafkah dan waris. Selain itu, agar<br \/>\ninteraksi laki-laki dan perempuan adalah interaksi yang bersih yakni<br \/>\nuntuk saling tolong menolong (ta&#8217;awun) bukan pandangan syahwat<br \/>\n(jinsiyah). Wallahu A&#8217;lam Bi Showab.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Dispensasi Nikah Dini Meningkat Akibat Pergaulan Bebas, Islam Solusinya! Oleh: Ninis (Aktivis Muslimah Balikpapan) Tercatat sebanyak 31 pengajuan dispensasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":682,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions\/682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}