{"id":788,"date":"2024-02-14T07:22:00","date_gmt":"2024-02-14T07:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2024\/02\/14\/wisata-eks-tambang-raup-untung-nyawa-melayang\/"},"modified":"2026-01-26T15:32:15","modified_gmt":"2026-01-26T15:32:15","slug":"wisata-eks-tambang-raup-untung-nyawa-melayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2024\/02\/14\/wisata-eks-tambang-raup-untung-nyawa-melayang\/","title":{"rendered":"Wisata Eks Tambang, Raup Untung Nyawa Melayang"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgvJ_8sN67eindsTTJgMN3A4bue5TF9MbMo2-Z7_KnN5zq_UvstevB4kiJR9Qry8E7JNkhELLhY25V5q86wWK1eVazdqfQtHeNbeOxOpThOnKaCdrls3CqSEQ47io2MFeQVmWZXQHEM4dSwUaYEkCZ1qpx5I4QsfkkowXWxIsJ5tkj1fUa6HiDHKLL9oTE\/s16000\/2233574Danau-Kaolin-di-lahan-bekas-tambang-timah-di-Desa-Nibung-Bangka-Selatan-Kepulauan-Bangka-Belitung-3-780x390.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"500\" data-original-width=\"750\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgvJ_8sN67eindsTTJgMN3A4bue5TF9MbMo2-Z7_KnN5zq_UvstevB4kiJR9Qry8E7JNkhELLhY25V5q86wWK1eVazdqfQtHeNbeOxOpThOnKaCdrls3CqSEQ47io2MFeQVmWZXQHEM4dSwUaYEkCZ1qpx5I4QsfkkowXWxIsJ5tkj1fUa6HiDHKLL9oTE\/s16000\/2233574Danau-Kaolin-di-lahan-bekas-tambang-timah-di-Desa-Nibung-Bangka-Selatan-Kepulauan-Bangka-Belitung-3-780x390.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p>Wisata Eks Tambang, Raup Untung Nyawa Melayang<br \/>Oleh<b> Tri Maya<\/b> (Pemerhati Lingkungan)<\/p>\n<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">Fenomena menjadikan lubang bekas tambang sebagai<br \/>\ndestinasi wisata, telah menjadi tren sejak beberapa tahun belakangan. <\/span><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #212529\">Pemanfaatan danau lubang tambang menjadi obyek wisata<br \/>\nsejatinya tidak dibenarkan karena mengandung zat berbahaya bagi tubuh dan bisa<br \/>\nmerusak kesehatan. Bahkan jatam sendiri mempertanyakan siapakah yang memiliki<br \/>\nwewenang dalam pengelolaan tempat wisata pada kolam pasca tambang. &#8220;Yang<br \/>\nmemberikan izin ini siapa, lalu yang mengawasinya pun siapa,&#8221; kata Mareta<br \/>\nSari (Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur kepada<br \/>\nkorankaltim.com. &#8220;Sejauh ini ada sekitar 44 anak meninggal di lubang<br \/>\ntambang, yang terbaru kemaren yang meninggal di objek wisata di Tenggarong<br \/>\nSeberang yang sebelumnya adalah lubang tambang,&#8221; jelas&nbsp; Mareta.<\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\"><\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<h2 style=\"background: #FDFDFD;margin-top: 0cm;text-align: justify\"><b><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414;,serif;font-size: 12.0pt;line-height: 107%\">Pasal yang menjadi &#8216;mesin pembunuh&#8217;<span><\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"background: #FDFDFD;color: #141414\">Pasal<br \/>\n99 UU No. 3 Tahun 2020 dianggap memberikan celah bagi perusahaan tambang untuk<br \/>\ntidak menutup seluruh lubang bekas tambang. Selain itu, Keputusan Menteri ESDM<br \/>\ntahun 2018 menyebutkan program reklamasi dapat dilaksanakan dalam bentuk<br \/>\nrevegetasi (penanaman tumbuhan kembali) atau peruntukan lainnya antara lain<br \/>\npariwisata, sumber air, dan area pembudidayaan. <\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">Beleid itu memungkinkan perusahaan untuk &#8220;lari dari<br \/>\ntanggung jawab pemulihan&#8221; yang seharusnya dibebankan kepada mereka.<\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">&#8220;Seharusnya reklamasi itu bentuknya adalah penutupan<br \/>\ndan pemulihan namun dalam terjemahan yang baru itu Kementerian ESDM memberikan<br \/>\nruang agar tidak melakukan penutupan tapi bisa dijadikan peruntukan lain. <\/span><span lang=\"IN\" style=\"background: #FDFDFD;color: #141414\">Menurut catatan Jatam, pada tahun 2018, terdapat sekitar<br \/>\n1.735 lubang tambang yang tersebar di tujuh kota\/kabupaten. Jumlah terbesar ada<br \/>\ndi wilayah Kutai. <\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #4e5a62\">Menjadikan lubang tambang sebagai tempat wisata adalah langkah<br \/>\nlebih mudah dan murah dibandingkan dengan melakukan reklamasi dan mengembalikan<br \/>\nfungsi tanah seperti sedia kala. Jadi, ketika pemerintah memberikan opsi ini,<br \/>\npara pengusaha tambang tentu menyambut gembira. Tak peduli berapa banyak sudah<br \/>\ntotal jiwa melayang. Tak dipikirkan lagi berapa besar kerugian akibat<br \/>\ntercemarnya lingkungan dan ekosistem. Terlebih hilangnya harta milik umat<br \/>\n(tambang) yang telah dikuasai korporasi asing maupun lokal. Regulasi yang<br \/>\ndibuat pemerintah sejatinya hanya lah semakin memperjelas kemesraan hubungan<br \/>\nantara penguasa dan pengusaha. Begitulah jalannya sebuah roda pemerintahan<br \/>\ndidalam sistem kapitalis sekuler. <\/span><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">Eksplorasi dan eksploitasi<br \/>\ntambang hanya menyengsarakan rakyat dan alam. <\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">Alih-alih<br \/>\nmendatangkan kesejahteraan, yang terjadi akibat eksploitasi tambang adalah<br \/>\nkerusakan alam dan kesengsaraan hidup rakyat.<\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><b><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">Pengelolaan<br \/>\nTambang Dalam Islam<\/span><\/b><b><span lang=\"IN\" style=\"color: #4e5a62\"><\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc\" style=\"background: #FDFDFD;margin-bottom: .0001pt;margin: 0cm;text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #141414\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">Polemik kepemilikan tambang sejatinya tak akan<br \/>\npernah berkesudahan dalam Sistem Kapitalisme Sekuler Demokrasi, karena sistem<br \/>\ntersebut ditegakkan atas asas pengabaian Syariat Allah SWT dalam pengaturan<br \/>\nurusan publik (masyarakat &amp; negara), dan ditopang oleh salah satu pilar<br \/>\nyaitu pilar kebebasan berkepemilikan. Siapapun boleh&nbsp; \u201cbebas memiliki\u201d<br \/>\ntambang berlimpah di negara ini. Kesejahteraan rakyatpun menjadi utopia.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span lang=\"IN\" style=\"background: white;color: #666666\">Berbeda <\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #666666\">dengan<br \/>\nSistem Islam, hasil pengelolaan tambang berlimpah merupakan hak rakyat<br \/>\nsepenuhnya, haram diberikan kepada siapapun atau pihak manapun. <span>&nbsp;<\/span>Mekanisme pengelolaannya dilakukan sepenuhnya<br \/>\noleh negara. Dan hasil pengelolaannya akan diberikan kepada rakyat sepenuhnya<br \/>\nmelalui berbagai mekanisme diantaranya penyediaan fasilitas layanan umum<br \/>\n(publik) seperti pemberian layanan kesehatan, pendidikan, keamanan gratis bagi<br \/>\nrakyat, penyediaan fasilitas umum seperti jalan raya\/ transportasi,<br \/>\nketersediaan air bersih, BBM, listrik, dan lain sebagainya. Diberikan kepada<br \/>\nseluruh warga negara tanpa memandang SARA ataupun status ekonomi, kaya miskin,<br \/>\nmuslim dan nonmuslim mendapatkan layanan hak yang sama. Karena Perintah Allah<br \/>\nSWT yang termaktub dalam Hadist Rasulullah SAW :<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\" style=\"color: #666666\">\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span lang=\"AR-SA\" style=\"color: #666666\"><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0641\u0650\u064a<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064d<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0641\u0650\u064a<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u064e\u0625\u0650<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span> <span dir=\"RTL\">\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650<\/span><\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #666666\"><\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #666666\">Kaum Muslim<br \/>\nberserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput dan<br \/>\napi&nbsp;(HR Ibnu Majah).<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #666666\">Hadist tersebut<br \/>\nmenerangkan bahwa kekayaan alam baik itu yang berupa air, padang gembala<br \/>\n(hutan) dan hasil tambang apapun adalah bagian dari kepemilikan<br \/>\numum.&nbsp;Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara. Hasilnya diserahkan<br \/>\nuntuk kepentingan rakyat. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan<br \/>\nkepemilikan umum kepada individu, swasta lokal apalagi asing.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white;margin-bottom: 12.75pt;margin-left: 0cm;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;vertical-align: baseline\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #666666\">Wallahu a\u2019lam bish<br \/>\nshawab<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisata Eks Tambang, Raup Untung Nyawa MelayangOleh Tri Maya (Pemerhati Lingkungan) Fenomena menjadikan lubang bekas tambang sebagai destinasi wisata, telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-788","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=788"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":789,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788\/revisions\/789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}