{"id":996,"date":"2026-02-18T02:42:40","date_gmt":"2026-02-18T02:42:40","guid":{"rendered":"https:\/\/onislam.my.id\/?p=996"},"modified":"2026-02-23T02:45:11","modified_gmt":"2026-02-23T02:45:11","slug":"apa-itu-sholat-lima-waktu-penjelasan-lengkap-dalil-hukumnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/2026\/02\/18\/apa-itu-sholat-lima-waktu-penjelasan-lengkap-dalil-hukumnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Ketika membicarakan pondasi keimanan, pertanyaannya selalu kembali kepada praktik ibadah paling mendasar, yaitu <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> menjadi panduan wajib bagi setiap Muslim. Sholat lima waktu merupakan ibadah <strong>fardhu &#8216;ain<\/strong>\u2014kewajiban yang mengikat setiap individu Muslim yang telah baligh dan berakal\u2014dan kedudukannya adalah rukun Islam kedua setelah syahadat. Pelaksanaannya terbagi dalam lima waktu spesifik: Subuh (2 rakaat), Dzuhur (4 rakaat), Ashar (4 rakaat), Maghrib (3 rakaat), dan Isya (4 rakaat), dengan total keseluruhan 17 rakaat dalam sehari semalam. Ibadah ini harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, menghadap kiblat, dan memenuhi syarat serta rukun tertentu agar sah di mata syariat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-35.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-997\" srcset=\"https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-35.png 1024w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-35-300x300.png 300w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-35-150x150.png 150w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-35-768x768.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Dulu, saat saya masih remaja dan baru mengenal rutinitas dunia perkuliahan, sholat terasa seperti beban, seolah mengganggu jadwal yang padat. Saya sering bertanya, &#8220;Mengapa harus tepat waktu? Kenapa tidak bisa digabung saja?&#8221; Pertanyaan-pertanyaan skeptis ini membuat saya sering menunda-nunda hingga menjelang batas waktu. Namun, pengalaman pahit itu justru menjadi pelajaran berharga. Suatu ketika, saya menghadapi ujian besar dan hati saya sangat cemas. Di tengah kecemasan itu, saya memutuskan untuk mengambil jeda sejenak, meninggalkan semua catatan, dan menunaikan sholat Ashar di awal waktu. Ajaibnya, setelah salam, ada ketenangan yang tiba-tiba menyelimuti. Pikiran menjadi jernih. Sejak saat itu, saya menyadari bahwa sholat lima waktu bukanlah sekadar kewajiban ritual, melainkan sebuah <strong>&#8220;pos pemeriksaan jiwa&#8221;<\/strong> yang sengaja diletakkan Allah di lima titik waktu. Ia berfungsi sebagai tombol reset mental kita dari hiruk pikuk dunia. Melalui pengalaman pribadi ini, saya benar-benar memahami mengapa mempelajari <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> adalah langkah awal untuk meraih kedamaian hidup.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>Memahami Esensi Ibadah: Apa Itu Sholat Lima Waktu?<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Secara bahasa, kata &#8220;sholat&#8221; (atau &#8220;salat&#8221;) berasal dari bahasa Arab yang berarti <strong>doa<\/strong> atau seruan. Namun, secara terminologi syariat, sholat adalah serangkaian ucapan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam. Rangkaian ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian dan komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Sholat lima waktu adalah ibadah fisik dan spiritual yang mencakup zikir, pembacaan Al-Qur&#8217;an, doa, serta gerakan tubuh yang penuh makna.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Definisi dan Kedudukannya dalam Islam<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Ibadah sholat menduduki posisi yang sangat sentral dalam agama Islam. Ia bahkan sering disebut sebagai <strong>tiang agama<\/strong>. Tanpa tiang, sebuah bangunan tidak akan mampu berdiri tegak. Begitu juga dengan keimanan seorang Muslim; tanpa menegakkan sholat, fondasi keimanannya dianggap rapuh.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kewajiban sholat lima waktu pertama kali ditetapkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung, yaitu ketika peristiwa monumental Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj. Perintah ini tidak disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril seperti ibadah lainnya, menunjukkan betapa agungnya kedudukan sholat di sisi-Nya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sholat juga berfungsi sebagai <strong>pembeda<\/strong> utama antara seorang Muslim dengan yang lainnya. Ia adalah tolok ukur utama amal perbuatan seorang hamba, karena sholat adalah yang pertama kali akan dihisab di hari akhirat. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>Mengapa Wajib? Dalil dan Hukum Syariat Sholat Lima Waktu<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ibadah lima waktu ini bukanlah anjuran, melainkan perintah mutlak. Mengetahui <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> akan memperkuat keyakinan kita bahwa kewajiban ini datang dari sumber yang paling otentik. Dalil-dalil yang mewajibkan sholat tertera jelas di dalam Al-Qur&#8217;an dan Sunnah (Hadis) Nabi, dan hukumnya bersifat konsensus (ijma&#8217;) di antara seluruh ulama.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Dalil Pokok dari Al-Qur&#8217;an dan Hadis<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Perintah untuk mendirikan sholat disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur&#8217;an. Ini menunjukkan fokus besar agama pada penunaian kewajiban ini.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Salah satu dalil terkuat datang dari firman Allah SWT:<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>&gt; \u201cSesungguhnya shalat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.\u201d (QS. An-Nisa: 103)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ayat ini menegaskan dua hal penting: <strong>kewajiban (fardhu)<\/strong> dan <strong>waktu yang telah ditentukan (mauquta)<\/strong>. Selain itu, ada juga ayat lain yang menjadi landasan utama:<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>&gt; \u201cTegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.\u201d (QS. Al-Baqarah: 43)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sementara itu, dalam Hadis Nabi, kedudukan sholat semakin diperjelas sebagai salah satu pilar utama Islam. Rasulullah SAW bersabda ketika mengutus Muadz ke Yaman: &#8220;Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima salat dalam sehari semalam.&#8221; Hadis ini secara tegas menetapkan sholat lima waktu sebagai kewajiban mutlak.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Status Hukum: Fardhu Ain yang Tak Tergantikan<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Hukum sholat lima waktu adalah <strong>Fardhu &#8216;Ain<\/strong>. Artinya, kewajiban ini ditujukan kepada setiap individu Muslim, bukan hanya kelompok tertentu (Fardhu Kifayah). Konsekuensinya, tidak ada satu pun Muslim yang boleh meninggalkan sholat lima waktu tanpa alasan syar&#8217;i yang dibenarkan, seperti ketidaksadaran (hilang akal), haid, atau nifas.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Para ulama sepakat bahwa seseorang yang mengingkari kewajiban sholat lima waktu, atau meragukannya, dianggap telah keluar dari agama Islam (murtad) karena ia mengingkari hal yang sudah diketahui secara mendasar (ma\u2019luumun bidh-dharuurah). Ini adalah penekanan betapa sakralnya kedudukan sholat. Bagi mereka yang meninggalkannya karena malas, padahal meyakini kewajibannya, maka ia dihukumi sebagai <strong>pendosa besar<\/strong> yang wajib segera bertaubat. Memahami <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> adalah langkah awal untuk menjauhi dosa besar ini.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>Praktik Keseharian: Syarat, Rukun, dan Waktu Pelaksanaan<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Untuk memastikan ibadah sholat kita diterima, tidak cukup hanya mengetahui dalilnya, kita juga harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan syariat. Penting untuk memastikan apakah pelaksanaan <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> sudah benar secara kaidah fiqih.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-36.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-998\" srcset=\"https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-36.png 1024w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-36-300x300.png 300w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-36-150x150.png 150w, https:\/\/onislam.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/image-36-768x768.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Syarat Wajib dan Syarat Sah: Kunci Diterimanya Ibadah<\/h3>\n\n\n\n<p>Syarat terbagi menjadi dua, yaitu syarat wajib (siapa yang harus sholat) dan syarat sah (apa yang harus dipenuhi agar sholatnya sah).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Syarat Wajib Sholat:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Islam:<\/strong> Hanya diwajibkan bagi yang beragama Islam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Baligh:<\/strong> Telah mencapai usia kedewasaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berakal Sehat:<\/strong> Tidak diwajibkan bagi orang gila atau yang hilang kesadarannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bersih dari Haid dan Nifas:<\/strong> Khusus untuk wanita.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Syarat Sah Sholat (Hal-hal di luar sholat yang harus dipenuhi):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Suci dari Hadats Besar dan Kecil:<\/strong> Dilakukan dengan wudhu atau mandi wajib.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Suci Badan, Pakaian, dan Tempat:<\/strong> Bebas dari segala jenis najis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menutup Aurat:<\/strong> Aurat harus tertutup sempurna sesuai ketentuan syariat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masuk Waktu Sholat:<\/strong> Sholat hanya sah jika dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghadap Kiblat:<\/strong> Menghadap ke arah Ka&#8217;bah di Mekkah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rukun Sholat: Pilar-Pilar Utama<\/h3>\n\n\n\n<p>Rukun adalah bagian atau pilar utama dari sholat itu sendiri. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan\u2014baik sengaja maupun tidak sengaja\u2014maka sholatnya batal dan harus diulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa rukun utama dalam sholat lima waktu meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Niat<\/strong> di dalam hati saat memulai sholat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berdiri<\/strong> tegak bagi yang mampu.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengucapkan <strong>Takbiratul Ihram<\/strong> (Allahu Akbar).<\/li>\n\n\n\n<li>Membaca <strong>Surat Al-Fatihah<\/strong> di setiap rakaat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em><strong>Ruku&#8217;<\/strong> dan <strong>I&#8217;tidal<\/strong> dengan <\/em>tuma&#8217;ninah (berdiam sebentar).<br><em><strong>Sujud<\/strong> (dua kali) dengan <\/em>tuma&#8217;ninah<em>.<br><em><strong>Duduk di antara dua sujud<\/strong> dengan <\/em>tuma&#8217;ninah<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Duduk Tasyahud Akhir<\/strong> dan membaca doanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salam<\/strong> yang pertama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tertib<\/strong> (melakukan semua rukun secara berurutan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lima Waktu yang Terikat Janji<\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> terikat pada jadwal spesifik. Setiap waktu sholat memiliki durasi dan jumlah rakaat yang berbeda:<\/p>\n\n\n\n<p>| Waktu Sholat | Jumlah Rakaat | Waktu Dimulai |<br>| :&#8212;: | :&#8212;: | :&#8212;: |<br>| <strong>Subuh<\/strong> | 2 | Dari terbit fajar shadiq hingga terbit matahari. |<br>| <strong>Dzuhur<\/strong> | 4 | Dari tergelincirnya matahari hingga bayangan suatu benda sama panjang dengan bendanya. |<br>| <strong>Ashar<\/strong> | 4 | Dari berakhirnya Dzuhur hingga terbenamnya matahari. |<br>| <strong>Maghrib<\/strong> | 3 | Dari terbenamnya matahari hingga hilangnya mega merah (cahaya kemerahan di ufuk barat). |<br>| <strong>Isya<\/strong> | 4 | Dari hilangnya mega merah hingga terbit fajar shadiq. |<\/p>\n\n\n\n<p>Disiplin waktu ini adalah kunci utama untuk mendapatkan manfaat sejati dari ibadah sholat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bukan Sekadar Ritual: Manfaat Spiritual dan Kesehatan Modern<\/h2>\n\n\n\n<p>Pertanyaan <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> seringkali membawa kita pada dimensi spiritual semata. Namun, studi modern justru menemukan korelasi kuat antara praktik sholat teratur dengan kesejahteraan psikologis dan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Disiplin Waktu dan Kesehatan Mental<\/h3>\n\n\n\n<p>Sholat lima waktu adalah program manajemen waktu yang paling efektif. Bayangkan, seorang Muslim didorong untuk berhenti dari segala aktivitasnya sebanyak lima kali dalam sehari. Ini adalah jadwal disiplin yang membantu mengatur ritme hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian modern menunjukkan bahwa sholat secara signifikan mempengaruhi kedisiplinan dan kualitas hidup.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebuah studi melibatkan 200 responden menunjukkan bahwa <strong>85% responden<\/strong> merasakan peningkatan disiplin dalam mengelola waktu dan tanggung jawab setelah rutin melaksanakan sholat.<\/li>\n\n\n\n<li>Selain itu, <strong>75% responden<\/strong> melaporkan peningkatan kualitas hidup yang ditandai dengan <strong>kesehatan mental yang lebih baik<\/strong> dan <strong>berkurangnya stres<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Rangkaian gerakan sholat (rukuk, sujud, duduk) yang disertai dengan bacaan doa dan dzikir berfungsi sebagai <strong>meditasi aktif<\/strong>. Ini memberikan momen refleksi dan regulasi emosi, yang terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat kecemasan, menenangkan gejolak saraf, dan memperkuat ketahanan psikologis. Praktik sholat lima waktu yang konsisten dapat menjadi strategi <em>coping<\/em> non-farmakologis yang efektif dalam menjaga stabilitas mental.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, jika kita mendalami <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong>, kita akan menemukan bahwa kewajiban ini adalah hadiah yang dirancang untuk menjaga kestabilan jiwa dan raga. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kita kembali kepada Sang Pencipta, sekaligus menjadi sumber energi positif untuk menjalani kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>*<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami <strong>Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/strong> adalah langkah awal yang krusial. Sholat bukan hanya sekadar daftar kewajiban untuk digugurkan, melainkan sebuah <strong>hak istimewa<\/strong> untuk berkomunikasi dan mencari ketenangan di tengah badai kehidupan. Ia adalah identitas, disiplin, dan terapi spiritual yang tidak ternilai harganya. Mari kita jadikan sholat lima waktu sebagai prioritas utama, bukan hanya karena ia wajib, tetapi karena ia adalah sumber kekuatan dan kedamaian sejati.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa jumlah rakaat sholat wajib lima waktu dalam sehari?<\/h3>\n\n\n\n<p>Total jumlah rakaat untuk sholat wajib lima waktu adalah <strong>17 rakaat<\/strong> dalam sehari semalam. Ini terdiri dari: Subuh (2 rakaat), Dzuhur (4 rakaat), Ashar (4 rakaat), Maghrib (3 rakaat), dan Isya (4 rakaat).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah sholat lima waktu boleh ditinggalkan dengan alasan sibuk bekerja?<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak. Sholat lima waktu memiliki hukum <strong>Fardhu &#8216;Ain<\/strong>, yang artinya wajib hukumnya bagi setiap individu Muslim yang berakal dan baligh, dan tidak boleh ditinggalkan dengan alasan kesibukan duniawi apa pun. Hanya kondisi <em>uzur<\/em> syar&#8217;i tertentu (seperti hilang akal atau haid\/nifas bagi wanita) yang membolehkan untuk meninggalkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang membatalkan sholat?<\/h3>\n\n\n\n<p>Sholat dapat batal jika rukun-rukunnya tidak terpenuhi atau karena melakukan hal-hal yang membatalkan, seperti: berbicara (sengaja atau tidak), banyak bergerak yang tidak ada hubungannya dengan sholat, makan atau minum, atau hilangnya salah satu syarat sah sholat (misalnya batal wudhu di tengah sholat).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa dalil kewajiban sholat lima waktu dari Al-Qur&#8217;an?<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu dalil terkuat kewajiban sholat lima waktu dalam Al-Qur&#8217;an terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 103, yang berbunyi: <em>&#8220;Sesungguhnya shalat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/onislam.my.id\/tanya-jawab-bagaimana-hukum-sholat-lima-waktu-menurut-ulama\">Tanya Jawab: Bagaimana Hukum Sholat Lima Waktu Menurut Ulama?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/onislam.my.id\/apa-itu-syahadat-penjelasan-lengkap-dalil-hukumnya\">Apa Itu Syahadat? Penjelasan Lengkap Dalil &amp; Hukumnya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika membicarakan pondasi keimanan, pertanyaannya selalu kembali kepada praktik ibadah paling mendasar, yaitu Apa Itu Sholat Lima Waktu? Penjelasan Lengkap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":997,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=996"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":999,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/996\/revisions\/999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onislam.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}